Key insights and market outlook
Sektor logistik Indonesia mengalami penurunan volume pengiriman sebesar 20-25% selama periode liburan Tahun Baru 2025/2026 akibat pembatasan pergerakan truk oleh pemerintah. Pembatasan ini berlaku untuk kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih, yang menggunakan kereta gandengan, dan yang mengangkut bahan tambang dan konstruksi. Keterlambatan pengiriman ke pelabuhan internasional dan biaya transit tambahan menjadi faktor utama penurunan ini karena pelaku usaha menunda pengiriman hingga pembatasan dicabut.
Sektor logistik Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam volume pengiriman selama periode liburan Tahun Baru 2025/2026. Menurut Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), penurunan sebesar 20-25% ini secara langsung disebabkan oleh pembatasan pergerakan truk yang diberlakukan pemerintah. Pembatasan ini terutama berlaku untuk kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih, yang menggunakan kereta gandengan, dan truk yang mengangkut bahan tambang, galian, dan konstruksi.
Dua faktor utama berkontribusi pada penurunan signifikan dalam volume pengiriman ini. Pertama, keterlambatan pengiriman ke pelabuhan internasional mengganggu rantai logistik, menyebabkan efek domino di seluruh rantai pasokan. Kedua, pelaku usaha menghadapi biaya tambahan terkait transit melalui Singapura ketika mencoba menghindari pembatasan, membuat operasional pengiriman reguler menjadi tidak ekonomis.
Mahendra Rianto, Ketua ALI, menjelaskan bahwa tidak seperti tahun 2024 ketika perusahaan logistik tetap beroperasi meskipun ada pembatasan serupa, pelaku usaha pada tahun 2025 memilih untuk menunda pengiriman mereka sampai pembatasan dicabut. Perubahan strategi ini terutama didorong oleh biaya tambahan yang tinggi yang terkait dengan ketidakpatuhan dan rute alternatif. Keputusan untuk menunggu pembatasan dicabut daripada menyerap biaya ekstra mencerminkan respons adaptif sektor ini terhadap langkah regulasi.
Penurunan volume selama periode kritis ini menyoroti sensitivitas sektor logistik terhadap perubahan regulasi. Dampak pembatasan tersebut melampaui ketidaknyamanan operasional semata, memengaruhi profitabilitas bisnis dan berpotensi mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lebih luas. Ketika industri menghadapi tantangan ini, pemangku kepentingan mungkin perlu mengeksplorasi strategi operasional yang lebih fleksibel atau terlibat dalam dialog dengan regulator untuk mengurangi gangguan di masa depan.
Penurunan Volume Pengiriman Logistik
Pembatasan Pergerakan Truk