Key insights and market outlook
Pengembang mal di Indonesia beralih strategi dari membangun mal baru ke renovasi dan rebranding mal eksisting untuk meningkatkan tingkat hunian. Riset Colliers Indonesia kuartal IV-2025 menunjukkan pasokan baru terbatas di Jakarta, dengan sebagian besar mal baru berasal dari kawasan sekitarnya. Rata-rata tingkat hunian mencapai 75%. Pengembang fokus pada peremajaan aset melalui pembaruan desain, penyesuaian komposisi tenant, dan reposisi untuk tetap relevan.
Pengembang pusat perbelanjaan di Indonesia mengubah strategi bisnis mereka dari mengembangkan properti baru menjadi merenovasi dan merebranding mal yang sudah ada. Pergeseran ini didorong oleh terbatasnya pasokan ruang ritel baru dan kebutuhan untuk mempertahankan serta meningkatkan tingkat hunian di tengah perubahan perilaku konsumen.
Riset Colliers Indonesia untuk kuartal IV-2025 mengungkapkan bahwa pasokan mal baru di Jakarta relatif terbatas, dengan sebagian besar pengembangan baru berasal dari kawasan Bodetabek. Rata-rata tingkat hunian di mal-mal yang ada mencapai 75%. Menurut Ferry Salanto, Kepala Riset Colliers Indonesia, pemilik mal di Jakarta fokus pada peremajaan aset mereka melalui pembaruan desain, penyesuaian komposisi tenant, dan reposisi properti mereka untuk tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Pergeseran strategi ini menyoroti sifat dinamis dari sektor properti ritel di Indonesia. Dengan pasokan baru yang terbatas, pengembang memprioritaskan peningkatan properti yang ada untuk menarik konsumen. Fokus pada renovasi dan rebranding diperkirakan akan terus berlanjut karena pengembang bertujuan meningkatkan tingkat hunian dan mempertahankan daya saing properti mereka dalam lanskap ritel yang berubah.
Shift in Retail Property Strategy
Mall Renovation Focus
Occupancy Rate Improvement