Key insights and market outlook
Indeks Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia diproyeksikan tetap berada di wilayah ekspansif hingga awal 2026, didorong oleh kinerja industri yang solid dan stimulus pemerintah. PMI November 2025 mencapai 53,3, menunjukkan pertumbuhan aktivitas manufaktur yang didukung oleh permintaan domestik dan global. Sektor utama seperti makanan dan minuman, baja, farmasi, dan industri hilir menunjukkan kinerja yang kuat.
Tren positif Indeks Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia diperkirakan akan berlanjut hingga awal 2026, menurut Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia. Laporan PMI November 2025 dari S&P Global menunjukkan angka 53,3, mengindikasikan ekspansi yang kuat dalam aktivitas manufaktur. Pertumbuhan ini didukung oleh permintaan domestik dan internasional, dengan kekuatan khusus di sektor seperti makanan dan minuman, baja, farmasi, dan industri hilir.
Beberapa faktor berkontribusi pada ekspansi berkelanjutan di sektor manufaktur Indonesia. Kinerja industri yang kuat dalam beberapa bulan terakhir didukung oleh peningkatan permintaan akhir tahun dan stimulus kebijakan pemerintah. Myrdal mencatat bahwa perkembangan positif di sektor manufaktur telah konsisten, dengan permintaan akhir tahun yang biasanya meningkat. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan berkelanjutan di sektor manufaktur.
Data PMI November menunjukkan bahwa beberapa sub-sektor dalam industri manufaktur berkinerja baik. Produksi makanan dan minuman menunjukkan ketahanan, sementara industri baja mendapat manfaat dari proyek infrastruktur domestik dan permintaan internasional. Sektor farmasi terus menunjukkan pertumbuhan, didukung oleh kebutuhan kesehatan yang berkelanjutan dan ekspansi kapasitas industri. Selain itu, industri yang terkait dengan pengolahan hilir mempertahankan tren positif mereka, berkontribusi pada pertumbuhan manufaktur secara keseluruhan.
Ekspansi berkelanjutan di sektor manufaktur Indonesia memiliki implikasi positif bagi perekonomian yang lebih luas. Pertumbuhan aktivitas manufaktur yang berkelanjutan kemungkinan akan mendukung stabilitas ekonomi secara keseluruhan dan berpotensi berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja di industri terkait. Prospek positif untuk awal 2026 menunjukkan bahwa momentum ekonomi saat ini di sektor manufaktur dapat dipertahankan, kecuali jika terjadi guncangan ekonomi global yang tidak terduga.
Manufacturing PMI Expansion
Industrial Sector Growth
Economic Stimulus Impact