Key insights and market outlook
Sektor asuransi kendaraan bermotor Indonesia mengalami penurunan premi sebesar 4% secara tahunan menjadi Rp14,11 triliun di Kuartal III-2025, menurut Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Meskipun penurunan ini merupakan perbaikan dari penurunan 6.2% di Kuartal II-2025, para ahli industri tetap waspada karena pertumbuhan kredit perbankan yang lambat dan daya beli konsumen yang masih lemah. Lingkungan ekonomi yang menantang terus mempengaruhi jalur pemulihan sektor ini.
Sektor asuransi kendaraan bermotor Indonesia mengalami penurunan premi sebesar 4% secara tahunan menjadi Rp14,11 triliun di kuartal ketiga 2025, menurut Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Meskipun penurunan ini merupakan perbaikan dari penurunan 6,2% secara tahunan yang diamati di Kuartal II-2025, hal ini menunjukkan bahwa industri masih menghadapi kondisi ekonomi yang menantang.
Ahli industri Irvan Rahardjo mengaitkan pemulihan yang lambat dengan dua faktor utama: pertumbuhan kredit perbankan yang lesu dan daya beli konsumen yang tertekan. Kinerja yang kurang menggembirakan di bidang ini telah berdampak langsung pada sektor asuransi kendaraan bermotor, karena penurunan pembelian dan pembiayaan kendaraan menyebabkan permintaan asuransi yang lebih rendah.
Meskipun penurunan premi di Kuartal III-2025 tidak sebesar kuartal sebelumnya, pengamat industri tetap berhati-hati tentang prospek pemulihan yang kuat pada akhir tahun. Tantangan ekonomi yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa sektor asuransi kendaraan bermotor kemungkinan akan terus menghadapi hambatan kecuali ada peningkatan signifikan dalam pengeluaran konsumen dan pertumbuhan kredit.
Penurunan Premi Asuransi 4%
Pertumbuhan Kredit Perbankan Lambat