Key insights and market outlook
Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melambat signifikan yang ditandai dengan penurunan 0,64% secara tahunan menjadi Rp 1.497,4 triliun pada November 2025. Rasio non-performing loan (NPL) kredit UMKM tetap stagnan di level 4,5%. Perlambatan ini membuat bank berhati-hati dalam memberikan kredit baru untuk 2026, mencerminkan kekhawatiran tentang kualitas kredit dan kondisi ekonomi.
Pertumbuhan kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia menunjukkan perlambatan signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit UMKM turun 0,64% secara tahunan menjadi Rp 1.497,4 triliun pada November 2025. Penurunan ini lebih tajam dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya yang sebesar 0,11%. Perlambatan pertumbuhan kredit UMKM ini mengindikasikan kurangnya geliat di sektor ini menjelang akhir 2025.
Rasio non-performing loan (NPL) untuk kredit UMKM bertahan di level 4,5% per November 2025, tidak menunjukkan perbaikan dari bulan sebelumnya. Stagnasi rasio NPL ini menunjukkan bahwa bank menghadapi tantangan dalam mengelola risiko kredit yang terkait dengan pinjaman UMKM. Kombinasi antara perlambatan pertumbuhan pinjaman dan rasio NPL yang stabil kemungkinan akan membuat bank lebih berhati-hati dalam praktik pemberian pinjaman mereka ke tahun 2026.
Tren saat ini dalam pemberian kredit UMKM diperkirakan akan mempengaruhi strategi bank dalam pemberian kredit baru di 2026. Dengan sektor yang menunjukkan tanda-tanda kelembaman dan risiko kredit yang masih menjadi perhatian, bank kemungkinan akan mengadopsi pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pemberian pinjaman baru. Sikap hati-hati ini berpotensi berdampak pada prospek pertumbuhan UMKM, yang biasanya dianggap sebagai mesin pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan rasio NPL yang stabil namun tetap tinggi adalah faktor kunci yang akan membentuk pendekatan sektor perbankan terhadap pemberian kredit di 2026. Bank perlu menyeimbangkan praktik manajemen risiko mereka dengan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pemberian kredit kepada UMKM yang layak.
MSME Loan Growth Slowdown
NPL Ratio Stagnation