Indonesian MSME Loan Growth Slows Down, Banks Cautious on New Lending for 2026
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 12
Sources1 verified

Pertumbuhan Kredit UMKM Indonesia Melambat, Bank Berhati-hati dalam Memberikan Kredit Baru untuk 2026

Tim Editorial AnalisaHub·12 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melambat signifikan yang ditandai dengan penurunan 0,64% secara tahunan menjadi Rp 1.497,4 triliun pada November 2025. Rasio non-performing loan (NPL) kredit UMKM tetap stagnan di level 4,5%. Perlambatan ini membuat bank berhati-hati dalam memberikan kredit baru untuk 2026, mencerminkan kekhawatiran tentang kualitas kredit dan kondisi ekonomi.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pertumbuhan Kredit UMKM Indonesia Melambat, Bank Berhati-hati dalam Memberikan Kredit Baru

Penurunan Pertumbuhan Kredit UMKM

Pertumbuhan kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia menunjukkan perlambatan signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit UMKM turun 0,64% secara tahunan menjadi Rp 1.497,4 triliun pada November 2025. Penurunan ini lebih tajam dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya yang sebesar 0,11%. Perlambatan pertumbuhan kredit UMKM ini mengindikasikan kurangnya geliat di sektor ini menjelang akhir 2025.

Non-Performing Loan Tetap Stagnan

Rasio non-performing loan (NPL) untuk kredit UMKM bertahan di level 4,5% per November 2025, tidak menunjukkan perbaikan dari bulan sebelumnya. Stagnasi rasio NPL ini menunjukkan bahwa bank menghadapi tantangan dalam mengelola risiko kredit yang terkait dengan pinjaman UMKM. Kombinasi antara perlambatan pertumbuhan pinjaman dan rasio NPL yang stabil kemungkinan akan membuat bank lebih berhati-hati dalam praktik pemberian pinjaman mereka ke tahun 2026.

Implikasi untuk Pemberian Kredit 2026

Tren saat ini dalam pemberian kredit UMKM diperkirakan akan mempengaruhi strategi bank dalam pemberian kredit baru di 2026. Dengan sektor yang menunjukkan tanda-tanda kelembaman dan risiko kredit yang masih menjadi perhatian, bank kemungkinan akan mengadopsi pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pemberian pinjaman baru. Sikap hati-hati ini berpotensi berdampak pada prospek pertumbuhan UMKM, yang biasanya dianggap sebagai mesin pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Kesimpulan

Perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan rasio NPL yang stabil namun tetap tinggi adalah faktor kunci yang akan membentuk pendekatan sektor perbankan terhadap pemberian kredit di 2026. Bank perlu menyeimbangkan praktik manajemen risiko mereka dengan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pemberian kredit kepada UMKM yang layak.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
4 days ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

MSME Loan GrowthBanking Sector OutlookCredit Risk Management

Key Events

1

MSME Loan Growth Slowdown

2

NPL Ratio Stagnation

Timeline from 1 verified sources