Key insights and market outlook
Kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih lesu, terhambat oleh daya beli masyarakat yang rendah, akses pembiayaan yang terbatas, dan jaringan distribusi yang terbatas. Indeks Bisnis UMKM oleh BRI Research Institute turun ke 101,9 pada Kuartal III-2025 dari 103,7 pada kuartal sebelumnya, dipengaruhi oleh permintaan yang lemah dan kenaikan biaya input.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus menghadapi tantangan signifikan, dengan Indeks Bisnis UMKM oleh BRI Research Institute menunjukkan penurunan ke 101,9 pada Kuartal III-2025 dari 103,7 pada kuartal sebelumnya. Faktor utama yang berkontribusi pada kinerja yang lesu ini termasuk daya beli masyarakat yang rendah, kesulitan mengakses pembiayaan, dan jaringan distribusi yang terbatas.
Tantangan yang dihadapi UMKM saat ini bersifat multifaset, membutuhkan pendekatan komprehensif untuk mengatasi masalah permintaan, pembiayaan, dan distribusi. Para pemangku kepentingan, termasuk lembaga keuangan dan pembuat kebijakan, perlu berkolaborasi untuk menciptakan langkah-langkah pendukung yang dapat membantu memulihkan sektor UMKM, yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
MSME Business Index Decline
Weak Consumer Demand
Limited Access to Finance