Indonesian MSMEs Face Credit Challenges as Banks Adopt Cautious Lending Approach
Back
Back
4
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedJan 14
Sources2 verified

UMKM RI Kena Imbas Pendekatan Kredit Perbankan yang Semakin Selektif

Tim Editorial AnalisaHub·14 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia menghadapi tantangan kredit yang signifikan karena bank mengadopsi pendekatan kredit yang lebih selektif di tengah ketidakpastian ekonomi. Pertumbuhan kredit UMKM terkontraksi 0,64% YoY pada November 2025 1

. Sektor perbankan memprioritaskan kualitas aset sementara UMKM berjuang melawan lemahnya permintaan domestik dan kenaikan biaya operasional. BUMN seperti Jamkrindo memperkuat manajemen risiko untuk mendukung program kredit pemerintah.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

UMKM RI Menghadapi Tantangan Kredit yang Meningkat

Tekanan Ekonomi terhadap Usaha Kecil

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia mengalami tantangan kredit yang signifikan karena bank mengadopsi pendekatan kredit yang lebih selektif di tengah ketidakpastian ekonomi. Situasi ini mencerminkan tekanan ekonomi yang lebih luas yang mempengaruhi baik pemberi pinjaman maupun peminjam di sektor UMKM.

Kontraksi Kredit dan Faktor Ekonomi

Pertumbuhan kredit UMKM terkontraksi sebesar 0,64% year-on-year pada November 2025, menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo 1

. Kontraksi ini disebabkan oleh lemahnya permintaan domestik dan kenaikan biaya operasional yang membatasi pertumbuhan UMKM. Sektor perbankan menjadi semakin selektif, terutama pada segmen konsumen dan UMKM, karena meningkatnya kekhawatiran risiko kredit.

Respons Sektor Perbankan

Dalam merespons tantangan ini, bank menerapkan strategi kredit yang lebih hati-hati. Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke Indonesia, mencatat bahwa segmen non-esensial UMKM sangat terdampak karena lemahnya daya beli konsumen. Bank fokus pada analisis arus kas, rekam jejak pembayaran, dan kinerja bisnis ketika mengevaluasi aplikasi pinjaman. Penggunaan agunan sebagai sumber pembayaran kedua tetap menjadi strategi manajemen risiko utama.

Inisiatif Pemerintah dan BUMN

BUMN memainkan peran penting dalam mendukung UMKM melalui program kredit pemerintah. PT Jamkrindo, perusahaan penjamin kredit milik negara, memperkuat praktik tata kelola dan manajemen risiko untuk lebih mendukung program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2

. Plt. Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, menekankan pentingnya inovasi digital dan sinergi dalam mempercepat inklusi keuangan.

Prospek ke Depan

Sektor UMKM diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan pada 2026, terutama pada segmen yang sensitif terhadap pengeluaran konsumen. Namun, peluang tetap ada pada sektor yang menyediakan barang-barang esensial dan jasa logistik. Sektor perbankan kemungkinan akan mempertahankan pendekatan hati-hatinya sambil fokus pada kualitas portofolio dan pengambilan keputusan berbasis data. Dukungan pemerintah melalui skema penjaminan, program literasi keuangan, dan insentif untuk pembiayaan produktif akan sangat penting dalam menjaga pertumbuhan kredit yang seimbang.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Penyaluran Kredit UMKM Seret](
  2. [Bisnis.com - Jamkrindo Perkuat Tata Kelola](
Original Sources

Story Info

Published
3 days ago
Read Time
14 min
Sources
2 verified

Topics Covered

MSME Credit ChallengesBanking Lending PracticesEconomic Uncertainty

Key Events

1

MSME Credit Contraction

2

Banking Sector Tightens Lending

3

Government Support Programs

Timeline from 2 verified sources