Key insights and market outlook
Menjelang akhir tahun 2025, perusahaan multifinance di Indonesia seperti WOM Finance (WOMF) dan Clipan Finance (CFIN) mengalami peningkatan permintaan pembiayaan dana tunai, yang terutama digunakan untuk perayaan akhir tahun dan biaya liburan. WOM Finance melaporkan lebih dari Rp4 triliun pembiayaan multiguna melalui produk MotorKu dan MobilKu hingga November 2025, sementara Clipan Finance melihat kontribusi pembiayaan dana tunai mencapai hampir 10% dari total portofolio pembiayaan baru mereka pada kuartal III 2025.
Menjelang akhir tahun 2025, perusahaan multifinance di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam permintaan produk pembiayaan dana tunai. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF), yang dikenal sebagai WOM Finance, telah melihat lonjakan besar dalam produk pembiayaan multiguna mereka, MotorKu dan MobilKu. Menurut Cincin Lisa Hadi, Direktur Keuangan WOM Finance, perusahaan telah mencatat lebih dari Rp4 triliun dalam pembiayaan multiguna melalui produk-produk tersebut hingga November 2025. Pertumbuhan ini disebabkan oleh konsumen yang menggunakan dana tersebut untuk berbagai kebutuhan, termasuk biaya rumah tangga, pendidikan, kesehatan, dan terutama perayaan akhir tahun dan liburan.
Untuk mengelola meningkatnya permintaan sambil menjaga kualitas aset, WOM Finance telah menerapkan beberapa strategi manajemen risiko. Perusahaan telah memperkuat proses credit scoring, meningkatkan analisis kelayakan debitur, dan melakukan pemantauan portofolio secara terus-menerus. Selain itu, WOM Finance telah mengoptimalkan proses penagihan dan sistem peringatan dini untuk menjaga risiko kredit tetap terkendali. Hasilnya, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) untuk MotorKu dan MobilKu mencapai 1,03% pada November 2025, menunjukkan manajemen kredit yang kuat.
Cincin Lisa Hadi mengungkapkan optimisme tentang prospek pembiayaan dana tunai hingga akhir 2025 dan awal 2026, mengingat tingginya permintaan konsumen yang masih berlanjut. Demikian pula, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), atau Clipan Finance, telah mengamati peningkatan permintaan pembiayaan dana tunai menjelang akhir tahun. Harjanto Tjitohardjojo, Direktur Utama Clipan Finance, mencatat bahwa peningkatan ini terutama didorong oleh kebutuhan konsumen untuk menutupi biaya musiman seperti biaya liburan, perayaan hari raya, biaya sekolah, dan renovasi rumah.
Clipan Finance melaporkan bahwa pembiayaan dana tunai telah berkontribusi hampir 10% terhadap total portofolio pembiayaan baru mereka pada kuartal ketiga 2025. Rasio NPF untuk pembiayaan dana tunai tetap di bawah 1% pada November 2025, menunjukkan manajemen risiko yang efektif. Untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan dana tunai mereka, Clipan Finance telah fokus pada segmentasi pelanggan berdasarkan Kriteria Penerimaan Risiko (RAC) mereka dan mengoptimalkan sistem credit scoring untuk menilai kelayakan kredit calon peminjam. Perusahaan tetap optimis tentang prospek penyaluran pembiayaan dana tunai hingga akhir 2025 dan seterusnya, didukung oleh meningkatnya permintaan, pemulihan ekonomi nasional yang berlanjut, dan strategi pemasaran yang lebih terfokus.
Increased Cash Financing Demand
Year-End Celebrations Financing