Indonesian P2P Lending Industry Faces 'Galbay' Phenomenon Amidst Strong Growth
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

Industri P2P Lending RI Hadapi Fenomena 'Galbay' di Tengah Pertumbuhan Kuat

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Industri P2P lending Indonesia mengalami peningkatan fenomena 'galbay' di mana peminjam sengaja tidak membayar pinjaman, namun tingkat kredit bermasalah tetap di bawah 5% pada 2,82% per September 2025. Industri ini mencatat pertumbuhan outstanding pinjaman sebesar 22,16% year-on-year, mencapai Rp90,99 triliun. AFPI telah membentuk satuan tugas untuk menangani gagal bayar sengaja sambil menjaga keseimbangan antara mitigasi risiko dan pertumbuhan bisnis.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Industri P2P Lending Indonesia Menghadapi Tantangan Fenomena 'Galbay'

Kekhawatiran Gagal Bayar Meningkat di Tengah Pertumbuhan Kuat

Industri fintech P2P lending Indonesia sedang menghadapi fenomena 'galbay' yang meningkat, di mana peminjam dengan sengaja tidak membayar pinjamannya. Meskipun demikian, industri ini tetap menunjukkan pertumbuhan kuat dengan peningkatan outstanding pinjaman sebesar 22,16% year-on-year menjadi Rp90,99 triliun per September 2025. Tingkat kredit bermasalah (TWP90) berada pada 2,82%, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,60%.

Respons Industri terhadap Tren Gagal Bayar

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah mengambil langkah proaktif dengan membentuk satuan tugas khusus untuk menangani laporan gagal bayar sengaja. Ketua Bidang Edukasi dan Riset AFPI, Marcella Wijayanti, menekankan bahwa meskipun fenomena ini mengkhawatirkan, skalanya masih relatif kecil dibandingkan total pinjaman yang disalurkan. Industri ini memanfaatkan teknologi canggih dan analitik data untuk lebih baik menyaring calon peminjam dan memitigasi risiko.

Menjaga Keseimbangan antara Manajemen Risiko dan Pertumbuhan

Para pemangku kepentingan industri berupaya menjaga keseimbangan antara mengelola risiko dan mendorong pertumbuhan bisnis. Marcella mencatat bahwa pendekatan mitigasi risiko yang terlalu agresif dapat menghambat pertumbuhan industri. Fokus tetap pada melayani peminjam yang bertanggung jawab sambil mengelola risiko yang terkait dengan gagal bayar sengaja.

Konteks Regulasi dan Kinerja Industri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau kinerja industri. Data terbaru menunjukkan bahwa meskipun ada tren 'galbay', industri secara keseluruhan tetap sehat dengan risiko kredit yang terkendali. Kemampuan industri untuk beradaptasi dengan tantangan sambil menjaga pertumbuhan kuat akan sangat penting bagi perkembangan masa depannya.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified

Topics Covered

P2P LendingFintech RegulationCredit Risk Management

Key Events

1

P2P Lending Growth

2

Galbay Phenomenon Emergence

3

AFPI Task Force Formation

Timeline from 1 verified sources