Key insights and market outlook
Komisi XII DPR RI mengkritik penyalahgunaan solar subsidi, mengungkapkan bahwa kendaraan modern seperti Pajero dan Fortuner menggunakan bahan bakar subsidi, bukan Dexlite atau Pertamina Dex yang seharusnya. Anggota DPR Syarif Fasha menyoroti celah regulasi yang memungkinkan kendaraan baru mengakses solar subsidi.
Komisi XII DPR RI menyoroti penyalahgunaan solar subsidi setelah temuan bahwa kendaraan modern, termasuk model Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero tahun terbaru, mengakses solar subsidi. Anggota DPR Syarif Fasha mengungkapkan hal ini dalam Rapat Dengar Pendapat, menekankan bahwa kendaraan tersebut seharusnya menggunakan jenis bahan bakar yang lebih sesuai seperti Dexlite atau Pertamina Dex.
Fasha menunjukkan bahwa peraturan yang ada hanya menentukan batas kapasitas mesin (CC) untuk kelayakan bahan bakar subsidi, tanpa mempertimbangkan tahun pembuatan kendaraan. Celah ini memungkinkan kendaraan baru yang lebih mewah mengakses solar subsidi yang seharusnya untuk kelompok berpenghasilan rendah atau sektor ekonomi tertentu. Politikus tersebut menekankan bahwa regulasi perlu diperbarui untuk memasukkan batasan usia kendaraan guna mencegah penyalahgunaan semacam itu.
Penyalahgunaan solar subsidi tidak hanya membebani keuangan negara tapi juga menciptakan ketidakadilan bagi berbagai industri. Hal ini mendistorsi pola konsumsi bahan bakar dan mempengaruhi efektivitas program subsidi energi Indonesia secara keseluruhan. Pemerintah menghadapi tekanan untuk mereformasi sistem subsidi guna memastikan subsidi tepat sasaran sekaligus meminimalkan kebocoran ke pengguna yang tidak berhak.
Parliamentary Criticism of Fuel Subsidy
Proposal for Regulatory Reform