Key insights and market outlook
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak Kementerian Investasi dan Hilirisasi untuk memprioritaskan proyek Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang pesisir utara Jawa, terutama di Kabupaten Demak yang mengalami abrasi dan penurunan tanah parah. Proyek yang diperkirakan menelan biaya besar ini bertujuan melindungi masyarakat pesisir, kawasan industri, dan rantai pasok nasional dari kenaikan permukaan laut dan banjir rob. DPR menekankan pentingnya kepastian regulasi dan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang efektif untuk menarik investor global bagi proyek infrastruktur raksasa ini.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak Kementerian Investasi dan Hilirisasi untuk memberikan perhatian strategis pada proyek Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang pesisir utara Jawa. Proyek infrastruktur raksasa ini bertujuan melindungi wilayah pesisir dari kenaikan permukaan laut, banjir rob, dan abrasi, terutama di Kabupaten Demak yang merupakan salah satu wilayah paling rentan.
Kabupaten Demak saat ini mengalami banjir rob harian dan penurunan tanah signifikan, dengan beberapa titik mencatat penurunan 8-12 cm per tahun. Situasi ini sangat kritis karena abrasi mengancam sektor perikanan, pertanian, dan infrastruktur transportasi lokal. DPR menekankan bahwa tanpa intervensi segera, wilayah terdampak berpotensi meningkat 20-30% dalam dekade mendatang, mengancam kawasan industri, pelabuhan, dan rantai pasok nasional.
Proyek GSW diperkirakan membutuhkan pendanaan besar melalui skema pembiayaan hibrida. Tahap awal akan didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara tahap selanjutnya akan mengandalkan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta kerja sama internasional. Dengan perkiraan panjang konstruksi mencapai 500-700 kilometer, keterlibatan investor global dipandang krusial.
DPR menekankan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi memegang peran sentral dalam fasilitasi proyek ini. Tugas utama meliputi: membuka dialog dengan calon investor, memfasilitasi kemitraan, dan memastikan implementasi KPBU yang efektif. Kepastian regulasi dan proses fasilitasi yang baik dipandang sebagai faktor kunci percepatan proyek.
Implementasi proyek GSW yang berhasil diharapkan menjadi fondasi proteksi jangka panjang bagi pesisir utara Jawa. Tahap awal difokuskan pada wilayah paling rentan, termasuk desa-desa pesisir, lahan pertanian produktif, dan sentra perikanan tradisional di Demak. Dengan melindungi kawasan-kawasan ini, proyek ini bertujuan menjaga mata pencaharian masyarakat pesisir dan stabilitas ekonomi regional.
Desakan DPR terhadap proyek GSW ini menggarisbawahi urgensi penanganan dampak perubahan iklim di wilayah pesisir Indonesia. Dengan kerja sama antarlembaga pemerintah dan strategi investasi yang tepat, proyek ambisius ini berpotensi menjadi model ketahanan iklim di kawasan.
Giant Sea Wall Investment Push
Coastal Protection Project Advancement