Key insights and market outlook
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak pemerintah untuk mempercepat implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, yang dianggap sebagai dokumen perencanaan terhijau yang pernah dimiliki Indonesia. Anggota Komisi VII DPR RI, Rusli Habibie, menekankan perlunya langkah konkret dari Kementerian ESDM dan PLN untuk memajukan agenda transisi energi nasional. Meskipun RUPTL 2025-2034 menunjukkan komitmen signifikan terhadap energi terbarukan, tantangannya adalah menerjemahkan rencana ini menjadi proyek nyata di lapangan.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyerukan kepada pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, yang dianggap sebagai dokumen perencanaan terhijau Indonesia. Rusli Habibie, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, menekankan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PLN harus meningkatkan upaya mereka dalam melaksanakan transisi energi nasional.
RUPTL 2025-2034 menunjukkan komitmen besar terhadap energi terbarukan dan keberlanjutan, namun tantangannya adalah mengubah rencana ambisius ini menjadi proyek konkret. Habibie menyoroti bahwa meskipun RUPTL bersifat progresif, realisasinya di lapangan masih menjadi hambatan besar yang perlu segera diatasi.
Dorongan DPR ini datang pada saat penting ketika Indonesia berupaya memenuhi target iklim dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih. Implementasi RUPTL 2025-2034 yang sukses dipandang krusial tidak hanya bagi keamanan energi Indonesia tetapi juga komitmennya dalam mengurangi emisi karbon. Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait diharapkan bekerja sama untuk memastikan rencana dalam RUPTL dilaksanakan secara efisien dan efektif.
RUPTL 2025-2034 Implementation Push
Energy Transition Acceleration Call