Key insights and market outlook
Peternak ayam di Indonesia menghadapi tantangan karena harga ayam hidup di kandang tetap rendah meskipun harga konsumen meningkat. Harga di tingkat peternak telah naik menjadi Rp20.000/kg dari Rp17.000/kg, namun masih di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp25.000/kg. Biaya produksi mencapai Rp21.000/kg, sehingga menekan margin peternak.
Peternak ayam di Indonesia mengalami kondisi operasional yang sulit karena harga ayam hidup di tingkat peternak tetap di bawah level yang sustainable. Menurut Asep Saepudin dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), harga saat ini telah naik menjadi Rp20.000/kg dari Rp17.000/kg pada akhir Oktober 2025, namun masih di bawah biaya produksi sebesar Rp21.000/kg.
Harga di tingkat peternak saat ini sebesar Rp20.000/kg masih di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp25.000/kg. Diskrepansi antara biaya produksi, harga di tingkat peternak, dan harga konsumen menciptakan tantangan signifikan bagi peternak ayam mandiri. Situasi ini menyoroti dinamika kompleks dalam rantai pasok ayam di Indonesia di mana peternak berjuang untuk mempertahankan profitabilitas.
Perbedaan harga tidak hanya mempengaruhi margin peternak tetapi juga stabilitas keseluruhan industri ayam di Indonesia. Dengan biaya produksi yang melebihi harga di tingkat peternak, banyak peternak skala kecil beroperasi dengan kerugian. Industri ini menyerukan mekanisme harga yang lebih baik untuk memastikan produksi yang berkelanjutan dan harga yang adil bagi peternak.
Poultry Price Fluctuation
Farmers' Margin Pressure