Key insights and market outlook
Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa menteri ekonomi, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat darurat untuk membahas alokasi subsidi LPG. Pertemuan ini bertujuan untuk menangani potensi peningkatan subsidi LPG, isu krusial yang berdampak pada anggaran negara dan harga energi.
Dalam langkah signifikan untuk menangani isu ekonomi yang mendesak, Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah memanggil beberapa menteri ekonomi untuk menghadiri pertemuan darurat di Istana Kepresidenan di Jakarta. Pertemuan yang diadakan pada 27 November 2025 ini akan fokus pada peninjauan dan potensi penyesuaian alokasi subsidi LPG di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Pertemuan ini akan dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di antara pejabat ekonomi tinggi lainnya. Kedua menteri tersebut mengonfirmasi kehadiran mereka dalam pertemuan tersebut ketika dimintai keterangan. Bahlil Lahadalia mengakui bahwa subsidi LPG akan menjadi salah satu agenda utama, sementara Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa diskusi kemungkinan akan berkisar pada subsidi LPG, meskipun ia menunggu detail lebih lanjut dari pertemuan tersebut.
Subsidi LPG telah menjadi beban signifikan bagi anggaran negara dalam beberapa tahun terakhir. Penyesuaian apa pun terhadap subsidi ini akan memiliki implikasi luas baik bagi kesehatan fiskal pemerintah maupun harga energi bagi konsumen. Pertemuan ini mewakili langkah penting dalam upaya pemerintah untuk mengelola tantangan-tantangan ini sambil menjaga stabilitas ekonomi.
LPG Subsidy Review Meeting
Economic Ministers' Emergency Summit