Key insights and market outlook
Saham properti Indonesia melonjak 54,41% secara year-to-date, melampaui kenaikan indeks IHSG yang 22,1% per 29 Desember 2025. Reli ini terutama didorong oleh pelonggaran moneter Bank Indonesia, dengan bank sentral memangkas suku bunga lima kali di 2025 menjadi 4,75%. Biaya dana yang lebih rendah meningkatkan permintaan KPR dan menarik investor ke saham properti berbeta tinggi.
Sektor properti Indonesia menunjukkan pertumbuhan luar biasa di 2025, dengan indeks IDX Properties & Real Estate melonjak 54,41% secara year-to-date per 29 Desember 2025. Performa mengesankan ini jauh melampaui pasar yang lebih luas, seperti yang terlihat dari kenaikan IHSG yang hanya 22,1% selama periode yang sama.
Analis Senior Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, mengaitkan kinerja luar biasa sektor ini terutama pada pelonggaran moneter agresif Bank Indonesia. Bank sentral memangkas suku bunga acuannya lima kali sepanjang 2025, yang pada akhirnya menurunkannya menjadi 4,75%. Penurunan suku bunga ini memiliki efek berantai pada pasar properti:
Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi saham properti, terutama yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Karena sektor ini terus menikmati kebijakan moneter saat ini, investor disarankan untuk memperhatikan saham-saham properti yang menjanjikan.
Bank Indonesia Rate Cuts
Property Sector Rally
Monetary Easing Impact