Key insights and market outlook
Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia melaporkan hasil keuangan yang beragam untuk Q3/2025. Bank Jateng mencatat kenaikan laba bersih sebesar 3,25% YoY menjadi Rp1,06 triliun, sementara laba bersih BJBR mencapai Rp1,14 triliun. Perbedaan kinerja ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti efisiensi operasional dan peningkatan kualitas kredit. Analis tetap optimis terhadap prospek BPD, dengan mengutip fokus mereka pada pegawai negeri sipil dan potensi pertumbuhan ekonomi regional.
Bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia telah merilis laporan keuangan Q3/2025 mereka, menunjukkan kinerja yang bervariasi di berbagai wilayah. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) melaporkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp1,06 triliun pada Q3/2025, mewakili peningkatan tahun-ke-tahun (YoY) sebesar 3,25% dari Rp1,02 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bunga bank mencapai Rp5,71 triliun, naik 6,99% YoY dari Rp5,34 triliun, sementara beban bunga meningkat 16,17% YoY menjadi Rp2,12 triliun dari Rp1,83 triliun. Akibatnya, pendapatan bunga bersih Bank Jateng adalah Rp3,58 triliun, peningkatan YoY sebesar 2,19% dari Rp3,51 triliun.
Trioksa Siahaan, Kepala Riset di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), mencatat bahwa beberapa bank daerah, seperti BPD Bali dan Bank Jateng, mencatat pertumbuhan kinerja, sementara yang lain melaporkan penurunan laba. Faktor utama di balik peningkatan kinerja termasuk efisiensi operasional dan pengurangan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) karena kualitas kredit yang membaik. BPD terutama menargetkan pegawai negeri sipil (ASN), menunjukkan fundamental bisnis yang kuat. Analis percaya bahwa selama BPD mempertahankan efisiensi operasional dan berperan dalam pembangunan daerah, prospek mereka tetap positif, yang juga dapat meningkatkan ekonomi daerah.
Q3 2025 Earnings Release by Regional Banks
Varied Performance Among Regional Development Banks
Improvement in Operational Efficiency and Credit Quality