Key insights and market outlook
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dana pemerintah daerah yang menganggur di bank mencapai Rp203 triliun. Dana tersebut sebagian besar disebabkan oleh kepala daerah yang baru dilantik masih menata ulang administrasi dan menyiapkan pembayaran akhir tahun. Faktor tambahan termasuk penganggaran untuk pengeluaran Januari dan keterlambatan implementasi proyek.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dana pemerintah daerah sebesar Rp203 triliun masih menganggur di rekening bank. Jumlah yang signifikan ini disebabkan oleh beberapa faktor, terutama pelantikan kepala daerah baru pada Februari 2025 yang masih dalam proses pembentukan tim administrasi.
Penataan ulang administrasi: Kepala daerah yang baru dilantik masih dalam proses penyusunan kabinet mereka, termasuk kepala dinas dan sekretaris daerah.
Pembayaran kontrak akhir tahun: Daerah-daerah sedang menyiapkan anggaran untuk pembayaran proyek yang diselesaikan di akhir tahun.
Persiapan anggaran Januari: Pemerintah lokal juga mengalokasikan dana untuk gaji dan biaya operasional bulan berikutnya.
Jumlah dana menganggur yang signifikan menunjukkan potensi inefisiensi dalam manajemen keuangan daerah. Meskipun beberapa keterlambatan disebabkan oleh masa transisi setelah pelantikan pemimpin daerah baru, dampak keseluruhan terhadap proyek pembangunan daerah dan aktivitas ekonomi memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Regional Fund Balance Reporting
Government Financial Management Review