Indonesian Retail Sector Faces Challenges as Government Spending Seen as Catalyst for 2026 Recovery
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 28
Sources2 verified

Sektor Ritel Indonesia Menghadapi Tantangan, Belanja Pemerintah Diproyeksi Jadi Katalis Pemulihan 2026

Tim Editorial AnalisaHub·28 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor ritel Indonesia menghadapi tantangan di tahun 2025 akibat melemahnya daya beli konsumen dan biaya operasional yang tinggi. Namun, analis memprediksi bahwa belanja pemerintah akan menjadi pendorong utama permintaan di tahun 2026. Beberapa saham ritel direkomendasikan berdasarkan kinerja keuangan dan strategi pertumbuhan mereka: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Analisis Sektor Ritel Indonesia: Tantangan dan Peluang

Melemahnya Daya Beli Konsumen Pengaruhi Kinerja 2025

Sektor ritel Indonesia menghadapi tantangan signifikan di tahun 2025, terutama karena melemahnya daya beli konsumen dan biaya operasional yang tinggi 1

. Rasionalisasi anggaran pemerintah sebesar Rp 306,7 triliun dan pembekuan pengeluaran sementara semakin membatasi konsumsi, menunda pemulihan permintaan ritel 1.

Belanja Pemerintah: Katalis Pemulihan 2026

Analis memprediksi bahwa belanja pemerintah akan menjadi pendorong utama permintaan di tahun 2026, berpotensi meningkatkan sektor ritel 2

. Peningkatan pengeluaran pemerintah ini diharapkan dapat memperkuat pendapatan rumah tangga, terutama untuk rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah yang merupakan basis pelanggan utama bagi sebagian besar peritel.

Saham Ritel dengan Potensi Pertumbuhan

  1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Meskipun kinerja kuartal III 2025 kurang memuaskan dengan penurunan laba bersih 29% yoy menjadi Rp 431 miliar, AMRT diharapkan dapat memanfaatkan peningkatan pangsa pasar dalam perdagangan umum dan format toko yang lebih besar 2

    . Analis JP Morgan Sekuritas Indonesia merekomendasikan AMRT dengan rating 'Overweight' dan target harga Rp 2.820.

  2. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES): ACES melaporkan penjualan indikatif sebesar Rp 681 miliar pada Oktober 2025, sehingga total penjualan sepuluh bulan pertama mencapai Rp 7 triliun 2

    . Meskipun pertumbuhan SSSG lemah, peluncuran format toko baru seperti NEKA diharapkan dapat mendorong pertumbuhan di masa depan. Sucor Sekuritas merekomendasikan ACES dengan rating 'Buy' dan target harga Rp 620.

  3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): MAPI mencatat pertumbuhan pendapatan bersih 8,8% yoy menjadi Rp 30 triliun untuk sembilan bulan pertama 2025, dengan EBITDA mencapai Rp 3,4 triliun 2

    . OCBC Sekuritas merekomendasikan MAPI dengan rating 'Buy' dan target harga Rp 1.800.

  4. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI): MIDI melaporkan peningkatan laba bersih 26,53% yoy menjadi Rp 590,72 miliar pada kuartal III 2025, didorong oleh kenaikan pendapatan 4% yoy menjadi Rp 15,27 triliun 2

    . BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan MIDI dengan rating 'Buy' dan target harga Rp 550.

Kesimpulan

Meskipun sektor ritel Indonesia menghadapi tantangan signifikan di 2025, peningkatan belanja pemerintah di 2026 diharapkan dapat memberikan dorongan yang dibutuhkan. Peritel dengan strategi pertumbuhan yang kuat dan posisi pasar yang baik, seperti AMRT, ACES, MAPI, dan MIDI, berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang ini.

Sumber

  1. [Kontan - Belanja Pemerintah Bisa Jadi Katalis](
  2. [Kontan - Dibayangi Sentimen Daya Beli](
Original Sources

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
15 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Retail Sector PerformanceGovernment Spending ImpactStock Recommendations

Key Events

1

Q3 2025 Earnings Reports

2

Government Spending Projections for 2026

Timeline from 2 verified sources