Back
1
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Biaya Produksi Beras Indonesia Tiga Kali Lebih Mahal dari Impor Thailand

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Biaya produksi beras premium di Indonesia mencapai Rp 15.052 per kg, jauh lebih tinggi dibandingkan harga beras premium impor dari Thailand yang hanya Rp 5.700 per kg. Perbedaan harga ini memicu kekhawatiran tentang daya saing produksi beras lokal di tengah pengungkapan impor beras ilegal. Pengamat pertanian IPB University, Dwi Andreas, menjelaskan bahwa tingginya biaya produksi dalam negeri disebabkan oleh bahan baku yang mahal dan proses yang tidak efisien.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Biaya Produksi Beras Indonesia Jauh Lebih Tinggi daripada Impor

Produksi Domestik Menghadapi Tantangan Daya Saing

Sektor pertanian di Indonesia menghadapi tantangan signifikan karena data terbaru menunjukkan bahwa biaya produksi beras premium dalam negeri mencapai Rp 15.052 per kilogram. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga beras premium impor dari Thailand yang sekitar Rp 5.700 per kilogram. Perbedaan harga yang signifikan ini memicu kekhawatiran tentang daya saing produksi beras lokal menghadapi impor yang lebih murah.

Faktor Penyebab Tingginya Biaya Produksi

Pengamat pertanian IPB University, Dwi Andreas, menjelaskan bahwa tingginya biaya produksi dalam negeri disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, biaya bahan baku, khususnya gabah, sangat signifikan. Dengan asumsi harga Rp 6.500 per kg untuk gabah, biaya produksi keseluruhan meningkat. Selain itu, inefisiensi dalam proses produksi juga berkontribusi pada tingginya biaya. Faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang menantang bagi produsen beras lokal yang bersaing dengan beras impor.

Implikasi bagi Pertanian Indonesia

Pengungkapan ini muncul di tengah pengawasan ketat terhadap impor beras ilegal, sebuah isu yang disorot oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Perbedaan antara harga beras domestik dan internasional menekankan perlunya kebijakan pertanian komprehensif yang mengatasi inefisiensi produksi dan mendukung petani lokal. Saat negara menghadapi tantangan ini, para pemangku kepentingan menyerukan langkah-langkah untuk meningkatkan daya saing beras Indonesia di pasar domestik dan potensial internasional.

Prospek Masa Depan

Sektor pertanian kemungkinan akan membutuhkan intervensi strategis untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya. Solusi potensial termasuk investasi teknologi pertanian, perbaikan infrastruktur, dan reformasi kebijakan yang mendukung petani lokal. Saat situasi berkembang, para pemangku kepentingan akan memantau respons pemerintah terhadap tantangan ini.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Agricultural EconomicsRice Production CostsImport Competition

Key Events

1

Revelation of High Domestic Rice Production Costs

2

Illegal Rice Imports Scandal

Timeline from 1 verified sources