Rupiah Indonesia Terus Melemah Terhadap Dolar AS
Pelemahan Berlanjut di Awal 2026
Rupiah Indonesia mempertahankan tren melemahnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Kamis (8/1/2026), ditutup di level Rp16.798 per USD, menandai penurunan harian sebesar 0,11% 1. Performa ini merupakan level terlemah mata uang ini sejak April 2025, melanjutkan tekanan yang diamati di awal 2026 2.
Dinamika Pasar dan Faktor Penyebab
Penurunan rupiah tidak terjadi secara isolasi di pasar mata uang regional. Mayoritas mata uang Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS selama periode yang sama 14. Dolar Taiwan memimpin penurunan dengan penurunan 0,27%, diikuti ringgit Malaysia (0,19%) dan won Korea (0,13%) 1. Analis menunjukkan bahwa faktor domestik seperti peningkatan permintaan dolar AS di pasar lokal dan faktor global termasuk aksi ambil untung investor internasional menjadi pendorong utama depresiasi rupiah 2.
Proyeksi Ahli untuk Kuartal I 2026
Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka, memproyeksikan bahwa rupiah kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan selama kuartal pertama 2026, dengan potensi stabilisasi di tengah tantangan global 3. Pergerakan mata uang ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh fundamental ekonomi domestik dan faktor eksternal, terutama kekuatan dolar AS 2.
Analisis Teknis dan Fundamental
Kurs JISDOR, yang dianggap sebagai benchmark nilai rupiah, juga mencatat penurunan serupa, menetap di Rp16.801 per USD, penurunan sebesar 0,09% 6. Meskipun cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi $156 miliar pada Desember 2025, naik dari $150 miliar di November 2025, berita ini gagal memberikan dukungan signifikan bagi nilai rupiah 6.
Sumber
- [Kontan - Makin Tertekan, Rupiah Spot Melemah](
- [Kontan - [Prediksi Rupiah pada Jumat (9/1)](
- [Kontan - Rupiah Masih Tertekan pada Awal 2026](
- [Detik Finance - Dolar AS Ngamuk Tembus Rp 16.800](
- [Kontan - Rupiah Spot Melemah 0,06%](
- [Kontan - Tertekan, Kurs Rupiah Menyentuh Rp 17.800](