Key insights and market outlook
Rupiah terus melemah selama tujuh hari berturut-turut, mencapai Rp16.836 per dolar AS pada Jumat (9/1/2026), yang merupakan depresiasi 0,23% dari hari sebelumnya yang ada di Rp16.798 per dolar AS 1
Rupiah Indonesia terus mengalami penurunan selama tujuh hari berturut-turut, mencapai Rp16.836 per dolar AS pada Jumat (9/1/2026) pukul 11:46 WIB, yang menandai penurunan 0,23% dari penutupan hari sebelumnya di Rp16.798 per dolar AS 1
Performa rupiah tidak terisolasi, karena sebagian besar mata uang Asia mengalami depresiasi terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin penurunan sebesar 0,31%, diikuti oleh dolar Taiwan sebesar 0,25%, yen Jepang sebesar 0,24%, dan ringgit Malaysia sebesar 0,08% 1
Analis menunjukkan beberapa faktor yang berkontribusi pada kelemahan rupiah, termasuk pengumuman defisit anggaran 2025 yang meningkat menjadi 2,92% dari PDB per Desember 2025 3
Pelemahan rupiah yang berkepanjangan kemungkinan akan terus berlanjut jika kekhawatiran fiskal domestik tetap ada dan kekuatan dolar global tetap kuat. Investor disarankan untuk memantau indikator ekonomi mendatang dan respons kebijakan dengan cermat.
Rupiah Depreciation Continues
Seventh Consecutive Day of Losses
Asian Currencies Weaken Against USD