Rupiah Indonesia Menunjukkan Sinyal Campuran Menjelang 2026
Volatilitas Mata Uang Diperkirakan Terus Berlanjut
Rupiah Indonesia diperkirakan akan terus mengalami volatilitas selama beberapa hari perdagangan terakhir di 2025. Pada Jumat, 26 Desember 2025, rupiah ditutup di level Rp16.745 per USD, melemah tipis 0,02% 2. Mata uang ini menunjukkan kinerja yang beragam, dengan kenaikan mingguan marginal sebesar 0,02% dibandingkan posisinya minggu sebelumnya 2.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah
- Rebound Dolar AS: Penguatan dolar AS akibat data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan telah memberikan tekanan pada rupiah 2.
- Pertumbuhan Ekonomi AS: Pertumbuhan PDB AS kuartal III-2025 yang kuat sebesar 4,3% tahun-ke-tahun, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,3%, kemungkinan akan mempengaruhi arah pergerakan rupiah 3.
- Proyeksi Indeks Dolar: Analis mata uang Ibrahim Assuaibi memprediksi indeks dolar mungkin melemah ke 97,57 pada akhir tahun, yang berpotensi mendukung penguatan rupiah 1.
- Level Teknis: Assuaibi mencatat bahwa indeks dolar memiliki level support di 97,579 dan resistance di 98,398 untuk periode tersebut 1.
Outlook Pasar untuk Awal 2026
Ketika pasar memasuki tahun baru, beberapa faktor akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah:
- Rilis data ekonomi AS lanjutan
- Sentimen pasar global
- Indikator ekonomi domestik
- Intervensi bank sentral
Kombinasi faktor-faktor ini kemungkinan akan terus menciptakan lingkungan yang menantang untuk peramalan mata uang dalam jangka pendek.
Sumber
- [Detik Finance](
- [Kontan - Proyeksi Rupiah](
- [Kontan - Efek Ekonomi AS](