Key insights and market outlook
Rupiah Indonesia menguat tipis terhadap dolar AS pada hari Jumat, ditutup pada level Rp16.690 per USD, mencatatkan keuntungan 0,07% dari hari sebelumnya yang ada di Rp16.701 per USD. Secara mingguan, rupiah melemah 0,35% dari Rp16.631 per USD di akhir pekan lalu. Analis ekonomi Ibrahim Assuaibi mengaitkan pergerakan rupiah dengan faktor eksternal, terutama penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan dan kini memasuki bulan kedua.
Rupiah Indonesia menunjukkan penguatan tipis terhadap dolar AS pada hari Jumat, ditutup pada Rp16.690 per USD. Ini mewakili apresiasi 0,07% dari penutupan hari sebelumnya yang ada di Rp16.701 per USD. Namun, secara mingguan, rupiah terdepresiasi 0,35% dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya di Rp16.631 per USD.
Analis ekonomi Ibrahim Assuaibi mencatat bahwa pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan dan kini memasuki bulan kedua. Penutupan yang berlarut-larut ini menciptakan ketidakpastian ekonomi global yang signifikan, yang berdampak pada pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga mengikuti pola yang sama, ditutup pada Rp16.704 per USD, mewakili keuntungan 0,017% dari hari sebelumnya yang ada di Rp16.707 per USD. Pergerakan paralel antara kurs spot dan Jisdor ini menunjukkan sentimen pasar yang konsisten terhadap rupiah.
Rupiah Currency Fluctuation
US Government Shutdown Impact