Indonesian Rupiah Opens Weaker Against US Dollar, Major Banks' Exchange Rates Reviewed
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Rupiah Dibuka Melemah terhadap Dolar AS, Kurs di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Rupiah dibuka melemah 0,02% ke Rp16.661 per dolar AS pada Rabu, 26 November 2025. Pelemahan ini mengikuti penguatan 43 poin ke Rp16.656 pada Selasa. Bank-bank besar seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI telah memperbarui kurs mereka. Analis memprediksi pergerakan fluktuatif dengan potensi penutupan antara Rp16.650 hingga Rp16.700 per USD.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Rupiah Indonesia Dibuka Melemah terhadap Dolar AS pada Rabu

Tinjauan Pasar

Rupiah Indonesia memulai perdagangan melemah terhadap dolar AS pada Rabu, 26 November 2025. Pada pukul 09:18 WIB, pasangan mata uang tercatat di Rp16.661 per USD, melemah 0,02% atau 4 poin. Pergerakan ini mengikuti penguatan 43 poin ke Rp16.656 pada hari perdagangan sebelumnya.

Kurs di Bank-Bank Besar

Bank-bank besar di Indonesia telah memperbarui kurs USD/IDR mereka sebagai berikut:

  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA):
    • E-rate: Rp16.665 (beli) / Rp16.685 (jual)
    • TT Counter: Rp16.475 (beli) / Rp16.775 (jual)
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI):
    • E-rate: Rp16.658 (beli) / Rp16.685 (jual)
    • TT Counter: Rp16.560 (beli) / Rp16.760 (jual)
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI):
    • Special Rate: Rp16.665 (beli) / Rp16.685 (jual)
    • TT Counter: Rp16.500 (beli) / Rp16.800 (jual)
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI):
    • Special Rate: Rp16.662 (beli) / Rp16.692 (jual)
    • TT Counter: Rp16.495 (beli) / Rp16.795 (jual)

Analisis Pasar

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi memprediksi bahwa rupiah akan mengalami pergerakan fluktuatif sepanjang hari, berpotensi ditutup antara Rp16.650 dan Rp16.700 per USD. Beberapa faktor mempengaruhi pergerakan mata uang:

  1. Sentimen Global: Pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan melakukan pemotongan suku bunga 25 basis poin pada Desember 2025, setelah komentar dovish dari pejabat Fed.
  2. Perkembangan Geopolitik: Perkembangan positif dalam konflik Ukraina-Rusia telah berkontribusi pada sentimen pasar.
  3. Kebijakan Fiskal Domestik: Kondisi fiskal pemerintah Indonesia tetap menjadi perhatian domestik. Meskipun Presiden Prabowo Subianto berkeinginan untuk mencapai anggaran berimbang pada 2027 atau 2028, Kementerian Keuangan justru menaikkan target defisit anggaran 2026 dari 2,48% menjadi 2,68% dari PDB, yang disetujui DPR.

Prospek

Kombinasi antara ekspektasi kebijakan moneter global dan dinamika fiskal domestik kemungkinan akan terus mempengaruhi pergerakan rupiah. Investor dan pelaku pasar akan terus memantau perkembangan ini sepanjang hari.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BBCABBRIBMRIBBNI

Topics Covered

Currency ExchangeBanking RatesMonetary PolicyFiscal Policy

Key Events

1

Rupiah Exchange Rate Movement

2

Federal Reserve Policy Expectation

3

Indonesian Budget Deficit Update

Timeline from 1 verified sources