Key insights and market outlook
Rupiah dibuka melemah 0,02% terhadap dolar AS pada level Rp16.639 per USD pada hari Jumat. Pelemahan ini terjadi seiring indeks dolar AS naik 0,08% menjadi 99,61, dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap pelonggaran moneter lanjutan dari The Fed. Bank-bank besar Indonesia termasuk BCA, BRI, Mandiri, dan BNI menyesuaikan kurs USD mereka.
Rupiah dibuka melemah 0,02% terhadap dolar AS pada hari Jumat, trading pada level Rp16.639 per USD. Pergerakan ini mengikuti tren yang lebih luas di kalangan mata uang Asia, dengan beberapa mata uang regional lainnya juga mengalami depresiasi terhadap USD. Indeks dolar AS naik 0,08% menjadi 99,61, mencerminkan perubahan ekspektasi pasar tentang kebijakan moneter di masa depan di Amerika Serikat.
Performa rupiah diikuti oleh mata uang Asia lainnya, dengan:
Sebaliknya, beberapa mata uang regional menunjukkan kekuatan:
Indeks dolar AS menunjukkan pergerakan mixed setelah pencatatan mingguan terburuk sejak akhir Juli. Indeks naik 0,1% ke 99,62 pada satu titik, yang merupakan pemulihan dari lima hari perdagangan berturut-turut yang menurun. Pelaku pasar semakin memperhitungkan probabilitas yang lebih tinggi (87% menurut Fed Funds Futures) untuk pemotongan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan Desember.
Bank-bank besar di Indonesia menyesuaikan kurs USD mereka sebagai berikut:
Bank Central Asia (BBCA):
Bank Rakyat Indonesia (BBRI):
Bank Mandiri (BMRI):
Bank Negara Indonesia (BBNI):
Rupiah Depreciation
USD Strengthening
Bank Rate Adjustments