Key insights and market outlook
Rupiah Indonesia ditutup menguat 0,17% terhadap dolar AS pada 27 November 2025, mencapai Rp16.636 per USD di pasar spot. Penguatan marginal ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar seputar arah kebijakan domestik dan potensi pemangkasan suku bunga. Penguatan ini dikaitkan dengan meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan memotong suku bunga pada Desember 2025, yang kini dipandang 80% kemungkinan terjadi. Namun, analis memperingatkan bahwa penguatan rupiah ini mungkin bersifat sementara karena faktor domestik terus mempengaruhi valuasi mata uang.
Rupiah Indonesia menunjukkan sedikit penguatan terhadap dolar AS pada 27 November 2025, ditutup menguat 0,17% di level Rp16.636 per USD di pasar spot. Demikian pula Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat apresiasi 0,17% ke Rp16.644 per USD, menunjukkan penguatan konsisten di berbagai benchmark mata uang.
Meski mengalami tekanan sebelumnya, penguatan rupiah saat ini terutama disebabkan oleh perubahan ekspektasi mengenai kebijakan moneter AS. Keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan melakukan pemangkasan suku bunga pada Desember 2025 telah meningkat menjadi probabilitas 80%, mempengaruhi valuasi mata uang di pasar emerging, termasuk Indonesia. Faktor eksternal ini telah memberikan dukungan sementara bagi rupiah, membantu mempertahankan nilainya meski ada tekanan ekonomi domestik.
Walaupun apresiasi saat ini tercatat, analis pasar tetap waspada terhadap keberlanjutan tren ini. Penguatan rupiah dianggap berpotensi bersifat sementara karena menghadapi tantangan berkelanjutan dari faktor ekonomi domestik dan ketidakpastian kebijakan. Pasar terus dipengaruhi oleh dinamika internal dan ekspektasi kebijakan moneter global, menciptakan lingkungan kompleks bagi valuasi mata uang.
Penguatan marginal rupiah menghadirkan skenario campuran bagi investor. Sementara stabilitas mata uang jangka pendek dapat menguntungkan arus investasi tertentu, ketidakpastian yang mendasarinya menunjukkan bahwa pelaku pasar harus tetap waspada terhadap perkembangan kebijakan domestik dan pergeseran kebijakan moneter internasional.
Rupiah Appreciation
Fed Rate Cut Expectations