Pasar Keuangan Indonesia Tunjukkan Ketahanan Menjelang Natal 2025
Rupiah Menguat Setelah Tujuh Hari Melemah
Rupiah Indonesia mengakhiri streak tujuh hari pelemahan terhadap dolar AS pada Rabu (24/12/2025), dibuka 0,08% lebih kuat di Rp5.773 per USD 1. Menurut data Bloomberg, pergerakan positif ini terjadi seiring dengan tekanan pada dolar AS menjelang liburan Natal. Penguatan rupiah ini lebih baik dari ekspektasi, terutama setelah analis memprediksi potensi pelemahan 5.
Kinerja Campuran di Pasar Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan beragam selama perdagangan awal. Pada sesi pertama, IHSG naik 0,03% ke 8.587,49, dengan volume perdagangan mencapai 19 miliar saham senilai Rp13,9 triliun 3. Selama sesi pagi, indeks terlihat fluktuatif di sekitar level 8.583, dengan 285 saham turun, 234 naik, dan 175 stagnan 6. Saham-saham seperti SCMA, ASII, dan INCO menjadi top gainers 3.
Tren Pasar Regional
Pasar Asia menunjukkan pergerakan bervariasi pada pagi Rabu seiring dengan tipisnya aktivitas perdagangan menjelang Natal. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,14%, sementara Topix relatif datar 4. Mata uang regional lainnya juga menunjukkan kinerja beragam terhadap dolar AS, dengan won Korea memimpin penguatan sebesar 1,16% 5.
Analisis dan Prospek Pasar
Penguatan rupiah didukung oleh berbagai faktor, termasuk ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Fed hingga 2026 5. Faktor domestik seperti kredit perbankan yang belum tersalurkan sebesar Rp2.500 triliun per November 2025 juga mempengaruhi sentimen pasar 5. Bank-bank besar Indonesia menunjukkan berbagai kurs dolar AS, dengan BCA mengutip Rp16.763 (beli) dan Rp16.783 (jual) 5.
Sumber
- [Kontan - Kurs Rupiah Menguat](
- [Detik Finance - IHSG Menguat](
- [Kontan - IHSG Naik 0,03%](
- [Kontan - Bursa Asia Bergerak Variatif](
- [Bisnis.com - Rupiah Dibuka Menguat](
- [Kontan - IHSG Cenderung Datar](