Key insights and market outlook
Rupiah Indonesia dibuka menguat 0,19% terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa, mencapai Rp16.631 per USD. Pergerakan ini mengikuti penurunan 0,07% pada Senin ke Rp16.663 per USD. Analis memprediksi pergerakan fluktuatif dengan potensi penguatan di kisaran Rp16.630-Rp16.670. Kurs dolar AS di bank-bank besar bervariasi: BCA (Rp16.625-Rp16.645), BRI (Rp16.633-Rp16.657), Mandiri (Rp16.610-Rp16.640), dan BNI (Rp16.626-Rp16.656).
Rupiah Indonesia dibuka menguat 0,19% terhadap dolar AS pada pagi hari Selasa, diperdagangkan pada Rp16.631 per USD. Ini mengikuti penurunan 0,07% pada Senin, penutupan pada Rp16.663 per USD. Indeks dolar AS flat di 99,42, menunjukkan perubahan minimal. Mata uang Asia lainnya mayoritas melemah: yen Jepang (0,09%), dolar Hong Kong (0,02%), dolar Singapura (0,01%), dan won Korea Selatan (0,09%).
Ibrahim Assuaibi dari PT Traze Andalan Futures memprediksi bahwa rupiah akan bergerak fluktuatif dalam kisaran Rp16.630 hingga Rp16.670 per USD hari ini. Sentimen pasar dipengaruhi oleh pergeseran ekspektasi mengenai kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Menurut CME FedWatch, terdapat probabilitas 87% pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh The Federal Reserve pada pertemuan berikutnya.
Kurs dolar AS di bank-bank besar Indonesia bervariasi sebagai berikut:
Bank Central Asia (BCA):
Bank Rakyat Indonesia (BRI):
Bank Mandiri:
Bank Negara Indonesia (BNI):
Penguatan rupiah disebabkan oleh pelemahan dolar AS awal Desember karena pergeseran ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan moneter The Federal Reserve. Pemangkasan suku bunga yang diprediksi telah mempengaruhi pergerakan mata uang global dan regional, dengan rupiah menunjukkan kekuatan relatif dibandingkan mata uang Asia lainnya.
Currency Rate Fluctuation
Bank Exchange Rate Update