Key insights and market outlook
Rupiah menguat terhadap dolar AS pada Rabu (31/12/2025) dengan penguatan harian sebesar 0,54% menjadi Rp 16.680 per USD di pasar spot. Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengaitkan pergerakan pasar dengan risalah rapat kebijakan Federal Reserve, yang mengungkapkan perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan mengenai arah suku bunga untuk tahun 2026. Meskipun Fed memotong suku bunga, beberapa pejabat menyatakan kehati-hatian terhadap pelonggaran lebih lanjut karena tekanan inflasi yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi.
Rupiah menunjukkan ketahanan di pasar valuta asing pada Rabu, 31 Desember 2025, dengan menguat terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,54% menjadi Rp 16.680 per USD di pasar spot. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga melaporkan apresiasi sebesar 0,36% menjadi Rp 16.720 per USD.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mencatat bahwa pergerakan pasar sangat dipengaruhi oleh rilis risalah rapat kebijakan Federal Reserve bulan Desember. Risalah tersebut mengungkapkan perbedaan signifikan di antara para pembuat kebijakan Fed mengenai arah suku bunga di masa depan untuk tahun 2026. Meskipun Fed melakukan pemotongan suku bunga pada rapat Desember, risalah menunjukkan bahwa beberapa pejabat semakin berhati-hati terhadap pelonggaran moneter lebih lanjut. Kekhawatiran mereka terutama didorong oleh tekanan inflasi yang persisten dan ketidakpastian ekonomi.
Sinyal campuran dari Federal Reserve menciptakan lingkungan yang kompleks bagi para pedagang valuta. Penguatan rupiah dapat dilihat sebagai tanda positif bagi pasar valuta Indonesia, mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi negara. Namun, kehati-hatian yang diungkapkan oleh beberapa pejabat Fed mengenai pemotongan suku bunga di masa depan juga memperkenalkan elemen ketidakpastian yang dapat memengaruhi pasar valuta dalam beberapa bulan mendatang.
Saat Indonesia memasuki tahun baru, para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan ekonomi baik domestik maupun internasional. Performa rupiah terkini menunjukkan tingkat stabilitas tertentu, namun para trader tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang didorong oleh faktor ekonomi global, terutama perkembangan terkait kebijakan moneter AS di masa depan.
Rupiah Appreciation
Fed Policy Meeting Minutes Release