Key insights and market outlook
Rupiah melemah ke Rp16.788 per dolar AS pada 29 Desember 2025, di tengah berbagai sentimen pasar dan faktor ekonomi global. Depresiasi mata uang ini dipengaruhi oleh profit-taking di pasar Surat Utang Negara (SUN) dan penurunan selisih imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia dan AS 1
Rupiah Indonesia terus melemah terhadap dolar AS pada 29 Desember 2025, ditutup di level Rp16.788 per USD di pasar spot. Ini merupakan depresiasi harian sebesar 0,25% dan mempertahankan level yang sama pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) 1
Performa rupiah sejalan dengan mata uang Asia lainnya yang menghadapi tekanan serupa. Baht Thailand mengalami depresiasi terdalam sebesar 0,46%, diikuti peso Filipina sebesar 0,08% 2
Meski indeks dolar AS (DXY) melemah di bawah 100, mencapai 98,03, rupiah tetap sulit menguat karena tingginya permintaan dolar dan arus modal asing yang terbatas 3
Analis tetap waspada terhadap prospek rupiah, mengingat tensi geopolitik global yang berlanjut dan faktor ekonomi domestik. Mata uang ini mencapai level terlemah sejak April 2025, menunjukkan tantangan yang dihadapi di lingkungan ekonomi saat ini 4
Rupiah Depreciation to Rp16,788
Global Dollar Demand Increase
State Securities Market Profit-Taking