Key insights and market outlook
Saham lapis kedua di Indonesia mengungguli indeks utama dengan IDX SMC Composite naik 6,83% dalam sebulan terakhir, melampaui pertumbuhan LQ45 sebesar 3,15% dan IHSG sebesar 2,14%. Analis mengaitkan hal ini dengan peningkatan likuiditas di sektor tematik, euforia aksi korporasi, dan rotasi sementara dari saham berkapitalisasi besar setelah rebalancing MSCI. Peralihan ini membuat investor mencari peluang alpha di luar LQ45, meningkatkan minat terhadap saham mid-small caps.
Saham lapis kedua di Indonesia menunjukkan kinerja yang luar biasa, dengan indeks IDX SMC Composite naik sebesar 6,83% dalam sebulan terakhir ke level 436,43 pada 21 November 2025. Pertumbuhan ini secara signifikan melampaui indeks LQ45 yang tumbuh 3,15% menjadi 845,68, dan IHSG yang mengalami peningkatan 2,14% ke 8.414,35.
Reza Diofanda, analis BRI Danareksa Sekuritas, mengidentifikasi tiga faktor utama yang berkontribusi pada kinerja kuat saham lapis kedua. Pertama, terdapat likuiditas yang signifikan mengalir ke sektor tematik, menarik investor yang mencari peluang pertumbuhan. Kedua, euforia seputar aksi korporasi telah mendorong minat investor. Ketiga, terjadi rotasi sementara dari saham berkapitalisasi besar setelah rebalancing MSCI, membuat investor mencari peluang alpha di saham mid dan small-cap.
Peningkatan permintaan saham lapis kedua mencerminkan tren pasar yang lebih luas di mana investor melakukan diversifikasi portofolio mereka di luar saham berkapitalisasi besar yang biasanya terdapat dalam indeks LQ45. Peralihan ini menunjukkan meningkatnya minat untuk menciptakan peluang alpha di segmen mid dan small-cap pasar. Dengan berakhirnya tahun, investor kemungkinan akan terus mencari peluang ini, berpotensi mempertahankan momentum saham lapis kedua.
Strong Performance of Second-Liner Stocks
Increased Liquidity in Thematic Sectors
Rotation from Large-Cap Stocks