Key insights and market outlook
Bank milik negara (Himbara) seperti Bank Mandiri (BMRI), BNI (BBNI), dan BRI (BBRI) melakukan program buyback saham senilai total Rp5,67 triliun untuk meredam volatilitas pasar dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental yang kuat. Langkah ini disambut positif oleh Komisi XI DPR, yang melihatnya sebagai sinyal likuiditas kuat dan tata kelola korporasi yang baik.
Bank-bank milik negara (Himbara) di Indonesia telah meluncurkan program buyback saham senilai total Rp5,67 triliun untuk menunjukkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan keuangan mereka dan menstabilkan volatilitas pasar. Inisiatif ini melibatkan bank-bank besar seperti Bank Mandiri (BMRI), BNI (BBNI), dan BRI (BBRI) dengan alokasi buyback masing-masing Rp1,17 triliun, Rp1,5 triliun, dan Rp3 triliun 1
Langkah ini mendapat dukungan positif dari Fauzi H. Amro, Wakil Ketua Komisi XI DPR, yang melihat buyback sebagai tindakan korporasi strategis yang menunjukkan keyakinan manajemen bahwa nilai intrinsik bank lebih tinggi daripada valuasi pasar saat ini. Program ini dipandang sebagai upaya untuk meredam volatilitas pasar dan menjaga kepercayaan investor selama periode ketidakpastian pasar 1
Program buyback dirancang untuk memberikan dukungan langsung kepada harga saham bank sekaligus memberi sinyal kepada investor bahwa manajemen percaya saham mereka undervalued. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa peningkatan alokasi buyback dari Rp905 miliar menjadi Rp1,5 triliun bertujuan khusus untuk mengurangi tekanan jual di pasar. Demikian pula, program buyback BRI senilai Rp3 triliun disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 24 Maret 2025 1
Himbara Buyback Programs
Market Volatility Management
Investor Confidence Boost