Key insights and market outlook
Rencana pembelian kembali saham (buyback) oleh bank-bank milik negara Indonesia, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dipandang sebagai sinyal positif bahwa kekuatan fundamental bank-bank tersebut tetap kuat. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan kepercayaan pasar dan menunjukkan bahwa manajemen percaya bahwa harga saham saat ini undervalued. Dengan buffer modal yang kuat dan rasio likuiditas yang sehat, bank-bank ini siap menghadapi tantangan ekonomi.
Rencana pembelian kembali saham (buyback) oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang mencakup PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dipandang sebagai katalis untuk menjaga kepercayaan pasar di sektor perbankan Indonesia. Menurut Amin, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan anggota Komisi XI, langkah ini memberikan sinyal kuat bahwa fundamental bank-bank BUMN tetap kokoh.
Keputusan untuk melakukan buyback dipandang sebagai indikasi bahwa manajemen percaya harga saham saat ini undervalued. Amin mencatat bahwa persiapan dana besar oleh bank-bank tersebut menunjukkan buffer modal yang kuat dan perhitungan bisnis yang matang. Perkembangan ini muncul setelah periode sentimen negatif yang sempat menekan ekspektasi kinerja bank-bank BUMN.
Amin menekankan bahwa indikator keuangan utama seperti Rasio Kecukupan Modal (CAR), Rasio Pinjaman terhadap Deposit (LDR), dan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap dalam batas aman. Selama CAR tetap di atas ambang batas minimum 8%, NPL di bawah 5%, dan likuiditas tetap longgar, ketahanan sektor perbankan diharapkan tetap terjaga. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) terus memperkuat sistem peringatan dini perbankan, lebih mendukung stabilitas sektor.
Program buyback Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp1,17 triliun disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 25 Maret 2025. Buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan/atau transaksi di luar bursa, untuk diselesaikan dalam waktu 12 bulan sejak tanggal RUPS.
Rencana buyback diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik baik di kalangan nasabah maupun pemegang saham. Langkah ini menunjukkan optimisme bahwa bank-bank tersebut akan terus tumbuh solid di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Langkah ini sangat signifikan karena muncul pada saat berbagai program pemerintah membutuhkan dukungan perbankan yang kuat, yang berpotensi mempengaruhi operasional mereka.
State-Owned Banks Buyback Plan
Bank Mandiri Buyback Approval