Indonesian State-Owned Banks' Profits Decline While Private Banks See Growth by November 2025
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 6
Sources2 verified

Laba Bank BUMN Menurun Sementara Bank Swasta Tumbuh Hingga November 2025

Tim Editorial AnalisaHub·6 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Hingga November 2025, bank-bank BUMN seperti BRI, Mandiri, dan BNI mengalami penurunan laba sebesar 6-9% YoY akibat perlambatan pendapatan inti, kenaikan biaya dana, dan peningkatan pencadangan kerugian kredit. Sebaliknya, bank swasta seperti BTN, BSI, dan Bank Permata mencatatkan pertumbuhan laba yang didorong oleh biaya dana yang efisien, pendapatan berbasis jasa, dan kualitas kredit yang lebih baik.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Menunjukkan Kinerja Campuran Hingga November 2025

Bank BUMN Mengalami Penurunan Laba

Kinerja keuangan bank-bank Indonesia hingga November 2025 menunjukkan gambaran yang beragam. Bank-bank BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan penurunan laba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba BRI turun 9,12% YoY menjadi Rp45,44 triliun, Mandiri turun 6,41% YoY menjadi Rp44,14 triliun, dan BNI turun 6,01% YoY menjadi Rp18,62 triliun 1

.

Faktor Penyebab Penurunan

Penurunan laba bank BUMN disebabkan oleh tiga faktor utama: perlambatan pendapatan inti, kenaikan biaya dana yang menekan margin bunga bersih, dan peningkatan pencadangan kerugian kredit. Menurut Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, faktor-faktor ekonomi ini lebih terasa pada bank BUMN karena porsi pembiayaan mereka ke segmen prioritas pemerintah seperti UMKM dan KUR lebih besar, yang memiliki biaya operasional lebih tinggi dan lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi 1

.

Bank Swasta Menunjukkan Ketahanan dan Pertumbuhan

Sebaliknya, beberapa bank swasta menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan laba yang signifikan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) memimpin dengan pertumbuhan 21,10% YoY, mencapai laba Rp2,91 triliun. Bank lain yang mencatatkan pertumbuhan laba termasuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) 8,20% YoY, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) 7,61% YoY, dan PT Bank Permata Tbk. (BNLI) 12,72% YoY 1

.

Faktor Pendukung Kesuksesan Bank Swasta

Pertumbuhan laba bank swasta didorong oleh faktor-faktor seperti struktur pendanaan yang efisien, pertumbuhan pendapatan berbasis jasa, dan kualitas kredit yang lebih baik sehingga pencadangan kerugian kredit menurun. Bank dengan proporsi dana murah seperti giro dan tabungan yang tinggi mampu menjaga margin bunga bersih yang kuat. Selain itu, praktik manajemen risiko yang lebih baik dan fokus pada segmen yang lebih terkendali turut berkontribusi pada kesuksesan mereka 1

.

Outlook untuk Bulan-Bulan Sisa

Untuk bank BUMN, meskipun pertumbuhan labanya lebih moderat untuk tahun penuh 2025, mereka tetap diperkirakan akan mempertahankan profitabilitas yang substansial. Kinerja bulan-bulan sisa akan tergantung pada apakah biaya dana mulai mereda dan apakah pencadangan kerugian kredit dapat dikelola dengan hati-hati. Untuk bank swasta, momentum pertumbuhan mereka kemungkinan akan terus berlanjut jika mereka mempertahankan fokus pada efisiensi operasional dan manajemen risiko.

Original Sources

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
14 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Perbankan BUMNBank SwastaKinerja Keuangan 2025

Key Events

1

Laporan Keuangan November 2025

2

Penurunan Laba Bank BUMN

3

Pertumbuhan Laba Bank Swasta

Timeline from 2 verified sources