Key insights and market outlook
Hingga November 2025, bank-bank BUMN seperti BRI, Mandiri, dan BNI mengalami penurunan laba sebesar 6-9% YoY akibat perlambatan pendapatan inti, kenaikan biaya dana, dan peningkatan pencadangan kerugian kredit. Sebaliknya, bank swasta seperti BTN, BSI, dan Bank Permata mencatatkan pertumbuhan laba yang didorong oleh biaya dana yang efisien, pendapatan berbasis jasa, dan kualitas kredit yang lebih baik.
Kinerja keuangan bank-bank Indonesia hingga November 2025 menunjukkan gambaran yang beragam. Bank-bank BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan penurunan laba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba BRI turun 9,12% YoY menjadi Rp45,44 triliun, Mandiri turun 6,41% YoY menjadi Rp44,14 triliun, dan BNI turun 6,01% YoY menjadi Rp18,62 triliun 1
Penurunan laba bank BUMN disebabkan oleh tiga faktor utama: perlambatan pendapatan inti, kenaikan biaya dana yang menekan margin bunga bersih, dan peningkatan pencadangan kerugian kredit. Menurut Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, faktor-faktor ekonomi ini lebih terasa pada bank BUMN karena porsi pembiayaan mereka ke segmen prioritas pemerintah seperti UMKM dan KUR lebih besar, yang memiliki biaya operasional lebih tinggi dan lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi 1
Sebaliknya, beberapa bank swasta menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan laba yang signifikan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) memimpin dengan pertumbuhan 21,10% YoY, mencapai laba Rp2,91 triliun. Bank lain yang mencatatkan pertumbuhan laba termasuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) 8,20% YoY, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) 7,61% YoY, dan PT Bank Permata Tbk. (BNLI) 12,72% YoY 1
Pertumbuhan laba bank swasta didorong oleh faktor-faktor seperti struktur pendanaan yang efisien, pertumbuhan pendapatan berbasis jasa, dan kualitas kredit yang lebih baik sehingga pencadangan kerugian kredit menurun. Bank dengan proporsi dana murah seperti giro dan tabungan yang tinggi mampu menjaga margin bunga bersih yang kuat. Selain itu, praktik manajemen risiko yang lebih baik dan fokus pada segmen yang lebih terkendali turut berkontribusi pada kesuksesan mereka 1
Untuk bank BUMN, meskipun pertumbuhan labanya lebih moderat untuk tahun penuh 2025, mereka tetap diperkirakan akan mempertahankan profitabilitas yang substansial. Kinerja bulan-bulan sisa akan tergantung pada apakah biaya dana mulai mereda dan apakah pencadangan kerugian kredit dapat dikelola dengan hati-hati. Untuk bank swasta, momentum pertumbuhan mereka kemungkinan akan terus berlanjut jika mereka mempertahankan fokus pada efisiensi operasional dan manajemen risiko.
Laporan Keuangan November 2025
Penurunan Laba Bank BUMN
Pertumbuhan Laba Bank Swasta