Key insights and market outlook
Industri baja Indonesia mendesak adanya kontrol impor yang lebih ketat akibat derasnya impor murah dari China dan Vietnam yang berdampak signifikan terhadap produksi dan lapangan kerja lokal. Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) melaporkan bahwa impor bahan konstruksi baja siap pasang telah mencapai 1 juta ton tahun ini, mengancam mata pencaharian produsen dan pekerja lokal. Ketua ISSC Budi Harta Winata menyatakan bahwa banyak proyek konstruksi domestik kini menggunakan produk impor, menyebabkan kerugian pekerjaan yang parah di industri lokal.
Industri baja Indonesia menghadapi tantangan signifikan akibat masuknya impor baja murah dari China dan Vietnam. Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) telah mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak impor ini terhadap produsen dan pekerja lokal. Menurut Ketua ISSC Budi Harta Winata, impor bahan konstruksi baja siap pasang telah melonjak menjadi 1 juta ton tahun ini, yang sangat mempengaruhi produksi domestik.
Lonjakan impor telah menyebabkan penurunan signifikan dalam permintaan baja produksi lokal, yang mengakibatkan kerugian pekerjaan yang substansial. Budi Harta Winata berbagi bahwa perusahaannya, yang dulunya mendukung 1.000 karyawan, kini hanya mempekerjakan 70 orang karena persaingan dari produk impor. Banyak proyek konstruksi domestik, termasuk gudang, pabrik, dan pusat perbelanjaan, kini menggunakan produk baja impor, yang semakin memperburuk keadaan.
ISSC mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan untuk melindungi industri baja lokal dengan membatasi impor. Winata menekankan bahwa tanpa langkah-langkah tersebut, industri akan terus menderita, yang menyebabkan kerugian pekerjaan lebih lanjut dan ketidakstabilan ekonomi. Industri mencari kebijakan komprehensif untuk mengatasi masalah ini dan memulihkan daya saing produsen lokal.
Steel Import Surge
Local Industry Job Losses
Call for Import Restrictions