Key insights and market outlook
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan turun 0,65% di 8.545,87 setelah mencapai rekor tertinggi. Saham-saham seperti CUAN (+7,95%), BRPT (+2,56%), dan MPRO (+12,81%) menjadi penggerak penguatan, sementara TLKM (-4,03%), BMRI (-3,28%), dan DSSA (-3,2%) mengalami tekanan jual. Indika Energy (INDY) sedang menjajaki fasilitas kredit tambahan untuk proyek tambang emas Awak Mas, sementara Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) telah menyetujui rights issue hingga 1,33 miliar saham baru dengan harga Rp 100 per saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,65% di level 8.545,87 pada hari Kamis, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sepanjang masa. Pasar menunjukkan kinerja campuran di berbagai sektor, dengan enam dari sebelas sektor mengalami penurunan. Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 1,88%, sementara sektor non-siklikal mengalami penurunan terbesar sebesar 0,74%.
Saham-saham seperti CUAN (+7,95%), BRPT (+2,56%), dan MPRO (+12,81%) menjadi top gainers, sementara TLKM (-4,03%), BMRI (-3,28%), dan DSSA (-3,2%) mengalami tekanan jual yang signifikan. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 884,36 miliar di pasar reguler, dengan total penjualan bersih di seluruh pasar mencapai Rp 283,93 miliar.
Indika Energy sedang menjajaki fasilitas kredit perbankan tambahan untuk memperkuat pendanaan proyek tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan. Proyek ini sebelumnya telah memperoleh pembiayaan sebesar USD 375 juta dari empat bank pada Juni 2025. Lebih dari 50% anggaran belanja modal INDY untuk tahun 2026 akan dialokasikan untuk pengembangan tambang Awak Mas, yang diperkirakan akan mulai beroperasi secara komersial pada Q1 2027. Langkah ini merupakan bagian dari strategi INDY untuk meningkatkan pendapatan non-batubara menjadi 50% pada tahun 2028.
RISE telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan rights issue dengan penawaran hingga 1,33 miliar saham baru dengan harga Rp 100 per saham. Jika terealisasi sepenuhnya, jumlah saham beredar berpotensi meningkat menjadi 12,27 miliar dari sebelumnya 10,94 miliar. Dana yang diperoleh akan diarahkan untuk beberapa proyek strategis, termasuk Tanrise City di Bandung dan Sidoarjo, kawasan industri di Banjarbaru, serta pengembangan Resor Taman Dayu. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang RISE untuk memperluas pendapatan berulang dari segmen hospitality dan pengelolaan aset berkelanjutan.
Beberapa saham direkomendasikan untuk trading: BWPT (Buy: 165-167, TP: 172-177, SL: 156), INCO (Buy: 3910-3930, TP: 4020-4100, SL: 3700), HUMI (Buy: 152-155, TP: 160-163, SL: 143), FUTR (Buy: 680-690, TP: 705-720, SL: 640), dan OILS (Buy: 280-284, TP: 294-300, SL: 264).
Seluruh analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka.
Rights Issue Approval for RISE
Additional Credit Facility for INDY's Gold Project
IHSG Market Correction