Key insights and market outlook
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,29% ke 8.366,52 pada hari Senin. Saham BUMI (+32%) dan TLKM (+2,33%) menjadi penopang utama, sementara BBCA (-2,04%) dan BBRI (-1,02%) menjadi penekan. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) memperluas bisnisnya dengan anak usaha baru, sementara PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) mengumumkan dividen interim Rp5 per saham, senilai total Rp305,73 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada Senin, 11 November, turun 0,29% ke 8.366,52. Sektor energi menunjukkan kenaikan terbesar sebesar 1,74%, sementara sektor keuangan mengalami penurunan 1,13%. Saham BUMI (+32%) dan TLKM (+2,33%) menjadi penopang utama, sedangkan bank besar seperti BBCA (-2,04%), BREN (-1,96%), dan BBRI (-1,02%) menjadi penekan utama. Investor asing mencatat jual bersih sebesar Rp638,77 miliar di pasar reguler dan Rp649,29 miliar di seluruh pasar.
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE), yang dimiliki oleh Hermanto Tanoko, telah mendirikan anak usaha baru bernama PT Tera Bangun Perkasa. RISE memegang saham 99% senilai Rp1,60 miliar di entitas baru ini. Langkah ini merupakan kelanjutan dari rencana ekspansi yang diumumkan saat rights issue pada 21 Oktober, yang masih berlangsung dan akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 27 November mendatang.
PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) telah mengumumkan dividen interim tunai untuk tahun buku 2025 senilai total Rp305,73 miliar, atau Rp5 per saham. Tanggal-tanggal penting bagi investor meliputi:
Beberapa saham direkomendasikan untuk diperdagangkan:
Disclaimer: Semua analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka.
IHSG Decline
RISE Business Expansion
EMTK Interim Dividend