Key insights and market outlook
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,80% ke level 8.617,04 pada perdagangan Selasa, didorong oleh apresiasi rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan harga saham emiten konglomerasi. Analis MNC Sekuritas memprediksi potensi penguatan lanjutan hingga 8.660 sembari mengingatkan potensi koreksi jangka pendek pada rentang 8.540-8.569.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,80% ke level 8.617,04 pada perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Performa positif ini terutama didorong oleh dua faktor utama: penguatan rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan signifikan pada saham-saham konglomerasi. Menurut analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, rupiah menguat 0,23% ke Rp 16.625 per USD, turut berkontribusi pada sentimen positif pasar.
Wicaksana mencatat bahwa IHSG masih berada dalam wave (iii) dari wave (iii) yang lebih besar, mengindikasikan potensi pergerakan ke atas lebih lanjut. Level resistance signifikan berikutnya diproyeksikan pada 8.660. Namun, analis juga mengingatkan tentang potensi koreksi jangka pendek dalam rentang 8.540 hingga 8.569. Analisis teknikal ini menunjukkan bahwa meskipun ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut, investor perlu bersiap untuk kemungkinan volatilitas jangka pendek.
Performa positif pasar terutama disumbang oleh kinerja kuat sektor konglomerasi. Saham-saham konglomerasi besar memimpin kenaikan, mendukung performa indeks keseluruhan. Penguatan mata uang berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan investor, menciptakan lingkungan yang mendukung kenaikan pasar saham. Sementara pasar terus menavigasi dinamika ini, investor akan terus memantau indikator makroekonomi dan pola teknikal untuk arah pergerakan di masa depan.
Stock Market Gain
Rupiah Appreciation