Key insights and market outlook
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup 0,10% lebih rendah di 8.609,55 pada hari Jumat. Sementara itu, PT Bangun Karya Perkasa Jaya (KRYA) mendapatkan kontrak Rp240 miliar untuk 10.000 sepeda motor listrik, dan PT Baramulti Suksessarana (BSSR) mengumumkan dividen interim USD20 juta. Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp438,07 miliar di pasar reguler.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.609,55, melemah 0,10% pada hari Jumat. Pergerakan indeks menunjukkan pola fluktuatif, dengan beberapa saham mencatatkan kenaikan sementara saham berkapitalisasi besar lainnya menghadapi tekanan jual. Saham seperti DSSA (+3,34%), FILM (+9,94%), dan AMMN (+2,85%) menjadi penopang indeks. Sebaliknya, saham seperti BBCA (-1,53%), BYAN (-4,06%), dan TLKM (-1,45%) memberikan tekanan ke bawah.
Enam dari sebelas sektor ditutup melemah, dengan sektor transportasi mengalami penurunan terdalam sebesar 2,86%. Sebaliknya, sektor consumer non-cyclicals menunjukkan ketahanan dengan penguatan tipis 0,18%. Performa campuran ini mencerminkan dinamika pasar saham Indonesia yang terus berlanjut.
Investor asing terus mencatatkan pembelian bersih Rp438,07 miliar di pasar reguler dan mencapai Rp2,67 triliun di seluruh pasar. Partisipasi investor asing yang berlanjut merupakan tanda positif bagi pasar Indonesia, menunjukkan kepercayaan yang terus berlanjut pada aset Indonesia.
PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA), melalui anak usahanya ECGO, telah menandatangani kontrak senilai Rp240 miliar dengan EVMoto untuk pengadaan 10.000 unit sepeda motor listrik. Pengiriman dijadwalkan mulai Maret 2026. Kontrak ini diharapkan memberikan kontribusi pada pendapatan KRYA mulai 2026, sejalan dengan transformasi bisnis perseroan setelah masuknya pemegang saham pengendali baru, Green City SG Pte. Ltd., pada Agustus 2025.
PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mengumumkan pembagian dividen interim sebesar USD20 juta. Keputusan ini mencerminkan rasio pembayaran dividen sekitar 32,5% dari laba bersih sembilan bulan 2025 yang mencapai USD61,58 juta. Per akhir September 2025, BSSR melaporkan saldo laba ditahan sebesar USD229,40 juta dan total ekuitas sebesar USD305,61 juta. Tanggal cum-dividen ditetapkan pada 2 Januari 2026, dengan pembayaran dividen pada 15 Januari 2026.
Beberapa saham direkomendasikan untuk diperdagangkan: UNTR, ICBP, BKSL, OASA, dan BDKR. Investor disarankan mempertimbangkan rekomendasi ini sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi mereka.
Kontrak Sepeda Motor Listrik KRYA
Pembagian Dividen Interim BSSR
Pergerakan IHSG