Key insights and market outlook
Pasar saham Indonesia berpotensi mengalami Santa Claus Rally pada akhir 2025, menurut analis. Fenomena ini, yang ditandai dengan kenaikan harga saham pada minggu terakhir Desember hingga awal Januari, didukung oleh sentimen window dressing dan ekspektasi pelonggaran moneter global. Namun, arus dana asing yang berfluktuasi dapat membatasi reli pada saham-saham tertentu daripada lonjakan pasar yang luas.
Pasar saham Indonesia menunjukkan potensi mengalami Santa Claus Rally pada akhir 2025, menurut analisis terbaru. Fenomena akhir tahun ini, yang pertama kali diidentifikasi oleh Yale Hirsch pada tahun 1968, biasanya ditandai dengan kenaikan harga saham antara minggu terakhir Desember dan awal Januari.
Muhammad Wafi, Kepala Riset KISI Sekuritas, mencatat bahwa meskipun Santa Claus Rally mungkin terjadi, namun kemungkinan akan bersifat selektif rather than meluas. Sentimen window dressing dan ekspektasi pelonggaran moneter global menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi saham tertentu. Namun, arus investor asing yang berfluktuasi memperkenalkan oprek, berpotensi membatasi reli pada saham tertentu daripada kenaikan pasar secara umum.
Potensi Santa Claus Rally di pasar saham Indonesia mencerminkan kombinasi faktor lokal dan global. Sementara fenomena ini secara historis telah diamati di berbagai pasar, kemunculannya di Indonesia akan tergantung pada kondisi pasar domestik dan tren ekonomi internasional. Investor disarankan untuk bersikap selektif dalam memilih saham, fokus pada perusahaan dengan fundamental kuat yang kemungkinan akan mendapat manfaat dari dinamika pasar akhir tahun.
Potential Santa Claus Rally 2025
Year-End Market Performance