Key insights and market outlook
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,27% ke 8.859,19, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa meskipun terjadi ketegangan global, terutama konflik antara AS dan Venezuela. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 38,87 miliar, dengan pembelian signifikan di ANTM (Rp 154,1 miliar), BBCA (Rp 124,5 miliar), dan BRMS (Rp 110,6 miliar) 6
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada rekor tertinggi 8.859,19, melonjak 1,27% atau 111,06 poin pada Senin, 5 Januari 2026 1
Momentum kenaikan pasar didukung oleh aktivitas investor asing yang signifikan, dengan net buy sebesar Rp 38,87 miliar di seluruh pasar 6
Meski terjadi ketegangan global, terutama konflik AS-Venezuela, IHSG tetap menunjukkan kinerja positif. Analis mengaitkan ketahanan ini dengan optimisme yang tumbuh terhadap prospek ekonomi Asia. Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa investor memantau konflik AS-Venezuela sembari mempersiapkan diri menghadapi rilis data ekonomi AS utama pekan ini 1
Mirae Asset Sekuritas menyoroti bahwa saham rekomendasinya, khususnya DEWA dan BRMS, menerima arus investasi asing yang signifikan. Antara 4 Desember 2025 dan 2 Januari 2026, saham-saham tersebut mencatat kenaikan masing-masing 63% dan 18%, melebihi kenaikan IHSG sebesar 1,6% selama periode yang sama 3
Performa kuat IHSG diikuti oleh pasar regional, dengan Nikkei225 Jepang naik 2,97% dan Shanghai Composite Index China meningkat 1,38% 1
IHSG All Time High
Foreign Net Buy Rp 38.87 billion
Significant Sectoral Gains