Saham Indonesia Mencapai Puncak Baru
Kinerja IHSG yang Memecahkan Rekor
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi baru dengan penutupan pada 8.933,60 pada 6 Januari 2026, mengalami kenaikan sebesar 0,84% atau 74,41 poin 4. Kinerja ini melanjutkan tren positif selama lima hari perdagangan berturut-turut, dengan akumulasi kenaikan sebesar 4,63% sejak 29 Desember 2025 5.
Performa Sektor dan Dinamika Pasar
Sebagian besar indeks sektoral memberikan kontribusi positif terhadap kenaikan IHSG, dengan sembilan dari sepuluh sektor menunjukkan kenaikan. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan sebesar 3,35%, diikuti sektor industri sebesar 2,14%, dan energi sebesar 1,62% 5. Sektor teknologi yang naik 1,57% masih didorong oleh saham-saham yang terkait dengan tema data, cloud, dan artificial intelligence yang populer di tahun 2025 1.
Aktivitas Investor dan Sentimen Pasar
Investor asing berperan signifikan dengan mencatat pembelian bersih sebesar Rp590,94 miliar di seluruh pasar 5. Saham-saham dengan pembelian asing terbesar antara lain PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Sebaliknya, investor asing melakukan penjualan besar-besaran pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) 5.
Pandangan Analis dan Proyeksi Pasar
Pengamat pasar menilai bahwa kenaikan IHSG yang terus-menerus memecahkan rekor menunjukkan bahwa faktor internal lebih dominan daripada pengaruh eksternal 3. Basis investor domestik yang kuat dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang positif menjadi pendorong utama. Analis memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi mencapai level 9.000 dalam waktu dekat 3.
Sumber
- [Kontan - Rotasi Sektoral Saham Diprediksi Terjadi pada 2026](
- [Kontan - IHSG Cetak Rekor ke Level 8.933](
- [Kontan - IHSG Berpeluang Tembus 9.000](
- [Detik Finance - IHSG Pecah Rekor Lagi](
- [Kontan - Naik 5 Hari, IHSG Mencapai Rekor Tertinggi Lagi](