Key insights and market outlook
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor tertinggi 8.602,13, naik 0,94% didorong kenaikan kuat di sektor energi dan lainnya. SUPA melakukan IPO dengan potensi dana hingga Rp 3,06 triliun, sementara KMDS mengumumkan dividen interim senilai Rp 12,80 miliar. Meski investor asing melepas saham senilai Rp 506,34 miliar, sembilan dari sebelas sektor berakhir positif, dipimpin sektor energi yang naik 2,34%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada rekor tertinggi 8.602,13, naik 0,94%. Kenaikan ini didorong pergerakan positif berbagai sektor, terutama sektor energi yang melonjak 2,34%. Sektor transportasi menjadi satu-satunya yang melemah, turun 0,50%.
Sembilan dari sebelas sektor berakhir positif, dengan kontribusi signifikan dari DSSA (+3,54%), CASA (+25%), dan TLKM (+1,92%). Sebaliknya, saham besar seperti BBCA (-0,88%), BBRI (-1,04%), dan BREN (-0,78%) memberikan tekanan ke bawah.
Investor asing mencatatkan net sell Rp 506,34 miliar di pasar reguler dan Rp 550,44 miliar di seluruh pasar. Meski ada tekanan jual, pasar tetap bergerak naik berkat partisipasi domestik yang kuat.
SUPA saat ini menjalani proses bookbuilding IPO pada 25 November-1 Desember dengan rentang harga Rp 525–695 per saham. Perseroan menargetkan dana hingga Rp 3,06 triliun, dengan 70% akan dialokasikan untuk penyaluran kredit dan 30% untuk belanja modal.
KMDS mengumumkan dividen interim Rp 12,80 miliar, atau Rp 16 per saham, dengan rasio pembayaran dividen 27,80% dari laba 9 bulan 2025. Tanggal penting bagi investor: cum-dividen 4 Desember dan pembayaran 19 Desember.
Performa rekor pasar terjadi di tengah sinyal campur, dengan kenaikan sektor kuat mengimbangi aksi jual asing. Keberhasilan IPO SUPA dan pengumuman dividen emiten seperti KMDS kemungkinan akan menjaga minat investor di hari-hari mendatang.
SUPA IPO
KMDS Interim Dividend
IHSG Record High