Key insights and market outlook
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.419,91, naik 0,16% atau 13,34 poin pada 20 November 2025. Ini merupakan rekor tertinggi baru, didorong oleh kinerja positif saham-saham konglomerasi dan tren pasar global 2
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih tinggi, mencapai 8.419,91, yang merupakan peningkatan 0,16% atau 13,34 poin 1
Selama sesi perdagangan, pasar mencatat 311 saham menguat, 306 melemah, dan 195 stagnan. Pergerakan positif sebagian besar disebabkan oleh kinerja kuat saham-saham konglomerasi, sejalan dengan tren pasar global dan apresiasi rupiah terhadap dolar AS 2
Investor asing terus melakukan pembelian, mencatat beli bersih Rp 1,27 triliun di seluruh pasar. Beli bersih di pasar reguler mencapai Rp 1,09 triliun, sementara pasar negosiasi sebesar Rp 182,74 miliar. Saham utama yang menarik investasi asing termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan Rp 582,2 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan Rp 250,2 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan Rp 230,5 miliar 3
Analis dari MNC Sekuritas dan Phintraco Sekuritas mencatat bahwa pergerakan IHSG dipengaruhi oleh data domestik positif, termasuk surplus neraca transaksi berjalan Indonesia sebesar US$ 4 miliar di Q3-2025, yang merupakan surplus pertama sejak Q1-2023 dan terbesar sejak Q3-2022. Hal ini terutama didukung oleh peningkatan ekspor non-migas 2
IHSG Hits Record High
Foreign Net Buy Rp 1.27 Trillion
Current Account Surplus Q3-2025