Key insights and market outlook
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72% menjadi 8.948,30 meskipun ada tekanan global, didorong oleh kenaikan saham besar seperti ASII (+4,29%) dan TLKM (+2,84%). Investor asing mencatatkan beli bersih Rp1,99 triliun di seluruh pasar. Secara sektoral, bahan dasar memimpin dengan kenaikan 2,67% sementara consumer cyclicals turun 1,85%. Perkembangan penting termasuk ekspansi infrastruktur WIFI melalui kerja sama dengan Pos Properti Indonesia dan masuknya LFLO ke ritel furnitur dengan flagship store baru.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup 0,72% lebih tinggi pada 8.948,30 pada 13 Januari, menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar global. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada saham besar: ASII naik 4,29%, TLKM naik 2,84%, dan MBMA melonjak 19,23%. Pergerakan positif ini sebagian diimbangi oleh penurunan pada beberapa saham pertambangan dan manufaktur, dengan BRMS turun 5,16%, BUMI turun 6,88%, dan IMPC turun 7,14%.
Pasar menunjukkan kinerja sektoral yang beragam dengan tujuh dari sebelas sektor ditutup di zona hijau. Sektor bahan dasar memimpin dengan kenaikan 2,67%, sementara sektor consumer cyclicals mengalami penurunan terbesar 1,85%. Performa campuran ini mencerminkan dinamika kompleks di pasar Indonesia, yang menyeimbangkan antara sektor berbasis komoditas dan industri yang berfokus pada konsumen.
Investor asing tetap menunjukkan minat kuat pada pasar Indonesia, dengan beli bersih Rp1,45 triliun di pasar reguler dan Rp1,99 triliun di seluruh pasar. Arus masuk investasi asing yang signifikan ini menunjukkan kepercayaan yang terus berlanjut pada potensi pasar Indonesia meskipun ada ketidakpastian ekonomi global.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) telah bermitra dengan Pos Properti Indonesia (PPI) untuk mempercepat pengembangan infrastruktur internet. Kolaborasi ini akan memanfaatkan 2.931 properti PPI untuk pembangunan BTS, penempatan OLT, dan dukungan logistik jaringan. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan akses broadband tetap di Indonesia, terutama di daerah yang kurang terlayani, dan mendukung proyek 'Internet Rakyat' yang direncanakan untuk Q1 2026 dengan lebih dari 900.000 pengguna terdaftar sebelumnya.
PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga sekitar Rp100 miliar untuk tahun ini, didorong oleh ekspansinya ke segmen furnitur ritel. Perusahaan telah membuka flagship store B&B Italia di Jakarta, menandai pergeseran signifikan dari model bisnis yang sebelumnya berfokus pada distribusi menjadi ritel kelas atas. LFLO melaporkan pendapatan Rp73,07 miliar pada H1 2025, peningkatan 62,20% YoY, dengan laba bersih naik 71,44% menjadi Rp15,20 miliar.
Performa pasar yang positif, dikombinasikan dengan perkembangan perusahaan yang signifikan, menunjukkan prospek yang optimis namun hati-hati untuk pasar saham Indonesia. Kombinasi antara ekspansi infrastruktur, pertumbuhan sektor ritel, dan minat investor asing yang terus berlanjut memberikan fondasi yang solid untuk potensi kenaikan lebih lanjut.
IHSG Kenaikan 0,72%
Ekspansi WIFI-PPI
LFLO Masuk Ritel Furnitur