Indonesian Stock Market Shows Resilience as IHSG Surges 1.27% to 8,859
Back
Back
7
Impact
4
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 5
Sources6 verified

Pasar Saham Indonesia Tunjukkan Ketahanan dengan IHSG Melonjak 1,27% ke 8.859

Tim Editorial AnalisaHub·5 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,27% ke 8.859,19 pada hari pertama perdagangan 2026, didorong oleh kenaikan 10 dari 11 indeks sektoral. Meskipun investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 17,34 triliun di 2025, terutama pada saham blue-chip, analis melihat potensi saham LQ45 bangkit kembali di 2026 karena sentimen global yang membaik dan faktor ekonomi domestik.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pasar Saham Indonesia Tunjukkan Ketahanan pada Hari Pertama Perdagangan 2026

IHSG Melonjak 1,27% ke 8.859

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 1,27% atau 111,06 poin ke 8.859,19 pada hari pertama perdagangan 2026 1

. Kenaikan signifikan ini didukung oleh pergerakan positif 10 dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI). Reli yang meluas di berbagai sektor berkontribusi pada kinerja indeks yang kuat.

Sentimen Investor Asing di 2025

Meski awal 2026 positif, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 17,34 triliun sepanjang 2025 3

. Penjualan terutama terpusat pada saham blue-chip dan bank besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami net sell terbesar sebesar Rp 30,03 triliun, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 16,98 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 14,75 triliun. Saham lain seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mengalami penjualan asing signifikan.

Kinerja LQ45 dan Prospek Masa Depan

Indeks LQ45, yang terdiri dari saham-saham terbesar dan paling likuid di Indonesia, memiliki kinerja yang kurang impresif di 2025 dengan kenaikan hanya 2,41% year-to-date, jauh di bawah kenaikan IHSG sebesar 22,13% 4

. Analis mengaitkan hal ini dengan berbagai faktor termasuk suku bunga tinggi, ketidakpastian geopolitik, dan perilaku defensif investor asing. Namun, para ahli optimis tentang potensi rebound di 2026 didorong oleh sentimen global yang membaik dan faktor ekonomi domestik.

Faktor Pendukung di 2026

Beberapa faktor diharapkan mendorong saham LQ45 di 2026:

  1. Pembalikan penjualan asing: Saham yang banyak dijual oleh asing di 2025 berpotensi menjadi menarik di 2026
  2. Kondisi ekonomi global yang membaik: Potensi penurunan suku bunga dan stabilisasi harga komoditas
  3. Pertumbuhan ekonomi domestik: Fundamental ekonomi Indonesia dan pertumbuhan konsumsi
  4. Valuasi yang menarik: Valuasi saat ini setelah koreksi di 2025

Sumber

  1. [Kontan - IHSG Melonjak 1,27% ke 8.859](
  2. [Kontan - Cermati Rekomendasi Teknikal Saham TPIA, AMMN, AMRT](
  3. [Kontan - Catat! Ini Tiga Sektor Incaran Investor Asing Untuk Tahun 2026](
  4. [Kontan - Meski Lesu, Saham Big Caps LQ45 Masih Punya Peluang Bangkit di 2026](
  5. [Kontan - Saham LQ45 Berpotensi Rebound di Tahun 2026](
  6. [Kontan - Ini Saham yang Berpotensi Jadi Primadona Investor Asing di 2026](
Original Sources

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
16 min
Sources
6 verified

Topics Covered

Pasar Saham IndonesiaIHSGLQ45Investor Asing

Key Events

1

IHSG Surge on First Trading Day 2026

2

Foreign Investor Net Sell in 2025

3

LQ45 Rebound Potential in 2026

Timeline from 6 verified sources