Key insights and market outlook
Reksadana saham Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan pada akhir 2025, dengan return 7,14% year-to-date dan kenaikan 2,18% bulanan di Oktober 2025. Kinerja ini, yang mengungguli reksadana pendapatan tetap dan pasar uang, berpotensi mendorong manajer investasi untuk menyesuaikan strategi portofolio. Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi faktor utama pendorong kinerja positif ini.
Reksadana saham Indonesia telah menunjukkan kinerja kuat pada akhir 2025, dengan data dari Infovesta menunjukkan return 7,14% year-to-date hingga Oktober 2025. Dana ini juga mencatat kenaikan 2,18% month-to-month selama periode yang sama. Performa yang lebih baik dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap dan pasar uang ini menunjukkan potensi pergeseran strategi investasi di kalangan manajer dana.
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menjadi katalis signifikan bagi kinerja positif reksadana saham. Reza Fahmi Riawan, Senior Vice President dan Head of Retail, Product Research & Distribution di Henan Putihrai Asset Management (HPMA), menyarankan bahwa tren ini dapat mendorong manajer investasi untuk mempertimbangkan kembali strategi portofolio mereka. Meskipun perubahan mungkin tidak drastis, ada indikasi bahwa manajer dana mungkin menyesuaikan pendekatan investasi mereka untuk memanfaatkan momentum pasar saat ini.
Kinerja kuat reksadana saham relatif terhadap jenis reksadana lainnya menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor pada pasar ekuitas. Ketika tahun akan berakhir, pelaku pasar akan memantau dengan cermat apakah tren ini berlanjut dan bagaimana manajer investasi menanggapi kondisi pasar yang terus berkembang.
Stock Mutual Fund Performance Surge
Potential Investment Strategy Shift