Indonesian Tempe and Tofu Industry Seeks Soybean Market Segmentation to Reduce Import Dependence
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 16
Sources1 verified

Industri Tempe dan Tahu Indonesia Minta Segmentasi Pasar Kedelai untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Tim Editorial AnalisaHub·16 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Industri tempe dan tahu Indonesia, yang diwakili oleh GAKOPTINDO, meminta segmentasi pasar kedelai lokal dan impor untuk menjaga keberlanjutan dan mengelola risiko inflasi. Pertumbuhan industri ini tetap positif karena konsumsi yang meningkat, namun ketahanannya bergantung pada manajemen rantai pasok, efisiensi produksi, dan kebijakan jelas terkait kedelai lokal vs impor.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Industri Tempe dan Tahu Indonesia Desak Segmentasi Pasar Kedelai

Mengatasi Ketergantungan Impor dan Tantangan Rantai Pasok

Industri tempe dan tahu Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif didorong oleh konsumsi domestik yang meningkat. Namun, para pemangku kepentingan industri ini menyuarakan kekhawatiran tentang ketergantungan berat pada kedelai impor dan perlunya manajemen rantai pasok yang lebih baik. Wibowo Nurcahyo, Sekretaris Jenderal GAKOPTINDO, menekankan bahwa segmentasi pasar antara kedelai lokal dan impor sangat krusial bagi keberlanjutan industri dan pengelolaan risiko inflasi.

Tantangan Utama: Rantai Pasok dan Biaya Produksi

Industri ini menghadapi tantangan signifikan terkait pengadaan bahan baku, khususnya ketersediaan dan harga kedelai. Sementara produksi kedelai lokal memiliki potensi, saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan industri, sehingga menyebabkan ketergantungan berat pada impor. GAKOPTINDO mendorong pendekatan seimbang yang mendukung petani lokal dan kebutuhan industri melalui kebijakan jelas tentang penggunaan kedelai.

Rekomendasi Kebijakan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Untuk mengatasi tantangan ini, GAKOPTINDO mendorong: 1) Segmentasi jelas antara kedelai lokal dan impor di pasar, 2) Dukungan untuk petani kedelai lokal guna meningkatkan kualitas dan kuantitas, dan 3) Manajemen rantai pasok yang efisien untuk mengurangi biaya produksi. Langkah-langkah ini dipandang penting untuk menjaga laju pertumbuhan industri sambil mengurangi potensi risiko inflasi yang terkait fluktuasi harga komoditas impor.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Food IndustryImport DependenceSupply Chain Management

Key Events

1

GAKOPTINDO Policy Recommendation

2

Soybean Market Segmentation Proposal

Timeline from 1 verified sources