Key insights and market outlook
PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) fokus pada perbaikan kinerja di kuartal IV-2025 setelah mengalami penurunan penjualan sebesar 5,41% menjadi Rp 229,89 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Meskipun terjadi penurunan penjualan, perusahaan berhasil mempertahankan laba bersih yang stabil dengan penurunan hanya 0,23% menjadi Rp 16,89 miliar. Direktur Utama Djonny Saksono menyatakan bahwa ITIC telah menunjukkan perbaikan kuartalan pada penjualan dan laba.
PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), perusahaan terbuka di industri tembakau, saat ini fokus pada perbaikan kinerja di kuartal keempat 2025. Perusahaan ini berupaya mencapai stabilitas dalam penjualan dan laba pada akhir tahun, guna mencegah penurunan lebih lanjut dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam sembilan bulan pertama 2025, ITIC mencatat penurunan penjualan tahunan sebesar 5,41% menjadi Rp 229,89 miliar. Pendapatan perusahaan terutama berasal dari pasar lokal (Rp 233,23 miliar) dan ekspor (Rp 898,86 juta), meskipun kedua segmen mengalami penurunan masing-masing sebesar 5,34% dan 17,01%. Meskipun terjadi kontraksi penjualan, ITIC berhasil mempertahankan laba bersih yang relatif stabil, dengan penurunan marginal sebesar 0,23% menjadi Rp 16,89 miliar.
Menurut Djonny Saksono, Direktur Utama Indonesian Tobacco, perusahaan telah menunjukkan perbaikan kuartalan pada metrik penjualan dan laba. Kinerja kuartal ketiga menunjukkan penurunan yang semakin mengecil pada pendapatan dan laba, mengindikasikan penyesuaian operasional yang berhasil.
Manajemen perusahaan saat ini sedang melaksanakan langkah-langkah strategis untuk menstabilkan kinerja bisnis dan mencapai hasil yang lebih baik di kuartal terakhir. Inisiatif ini sangat penting bagi ITIC untuk mempertahankan posisinya di industri tembakau yang kompetitif dan memenuhi ekspektasi investor.
Q3 2025 Financial Results
Sales Decline Mitigation Strategy