Key insights and market outlook
Industri pariwisata Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan 20-30% dalam perjalanan wisata selama liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dibandingkan hari biasa, menurut Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita). Destinasi populer seperti Bali, Lombok, dan Yogyakarta diperkirakan menjadi daya tarik utama. Namun, bencana alam yang terjadi di beberapa daerah dapat berdampak pada beberapa kawasan wisata.
Sektor pariwisata Indonesia siap untuk pertumbuhan substansial selama liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Menurut Budijanto Ardiansjah, Sekretaris Jenderal Asita, perjalanan wisata diperkirakan meningkat 20-30% dibandingkan hari biasa. Pertumbuhan ini disebabkan oleh lonjakan tradisional perjalanan domestik selama liburan.
Destinasi wisata utama seperti Bali, Lombok, Labuan Bajo, Yogyakarta, Bandung Raya, dan Malang Raya diperkirakan tetap menjadi pilihan utama wisatawan. Sekretaris Jenderal Asita mencatat bahwa kawasan-kawasan ini secara konsisten menarik wisatawan dan kemungkinan besar akan terus demikian selama liburan mendatang.
Budijanto juga menyebutkan bahwa perjalanan wisata tahun ini diperkirakan meningkat 15% year-on-year. Meskipun pemesanan telah menunjukkan peningkatan, ia mencatat bahwa masih ada potensi pertumbuhan lebih lanjut menjelang liburan.
Meski outlook positif, sektor pariwisata menghadapi tantangan akibat bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera. Kawasan seperti Toba dan Bukit Tinggi yang populer di kalangan wisatawan terkena dampaknya. Asita tetap optimis dengan hati-hati, mengakui bahwa peristiwa ini dapat berdampak pada pariwisata di daerah yang terkena dampak.
Industri pariwisata Indonesia siap untuk musim liburan Nataru 2025/2026 yang sibuk, dengan pertumbuhan signifikan diharapkan di destinasi utama. Meskipun ada tantangan akibat bencana alam, prospek keseluruhan tetap positif.
Tourism Surge Prediction
Travel Demand Increase